Menkes Klaim Amankan 600 Juta Vaksin Corona

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 18:40 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut 600 juta vaksin itu melebihi target 426 juta dosis vaksin. Kelebihan vaksin itu digunakan sebagai cadangan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Kris - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah mengamankan 600 juta dosis vaksin Covid-19. Dia menyebut jumlah itu dipesan dari empat perusahaan internasional.

Budi menyampaikan sebenarnya Indonesia hanya membutuhkan 426 juta dosis untuk vaksinasi massal. Jumlah sisanya merupakan cadangan jika Indonesia tak jadi dapat sumbangan vaksin dari Gavi.

"Kita sudah memiliki coverage 600 juta vaksin atau sekitar 150 persen dari target kita," kata Budi dalam acara Kompas100 CEO Forum, Kamis (21/1).


Budi menjelaskan saat ini negara-negara dunia berebut membeli vaksin Covid-19. Tidak semua negara sudah mendapat kepastian soal pemesanan vaksin.

Menurutnya, negara-negara maju telah memborong vaksin meski belum diproduksi alias secara ijon. Di saat yang sama, kapasitas produksi vaksin dunia terbatas.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu menyebut dunia butuh 11 miliar dosis vaksin Covid-19 untuk mencapai herd immunity 70 persen populasi. Sementara kapasitas produksi seluruh jenis vaksin hanya 6,2 miliar dosis.

"Dibutuhkan 3,5 tahun untuk negara yang telat tahu atau telat booking untuk menyuntikkan rakyatnya. Karena semua negara maju sudah mengijon sampai 4 kali sampai 5 kali populasi," ucap Budi.

"Kita beruntung kita sudah kunci sampai 600 juta karena itu kondisi Indonesia adalah aman," imbuhnya.

Indonesia telah memulai program vaksinasi virus corona pada 13 Januari. Presiden Joko Widodo jadi orang pertama yang mendapat suntikan vaksin corona.

Program vaksinasi Covid-19 ini dimulai setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac pada Senin (11/1). Izin penggunaan itu dikeluarkan usai hasil evaluasi BPOM menunjukkan bahwa Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen.

(dhf/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK