2 TNI Tewas Ditembak KKB Papua, Baku Tembak Pecah Usai Subuh

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 17:08 WIB
Dua prajurit TNI yang tewas dalam baku tembak yakni Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani dari Pos Hitadipa. Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/ Ipopba)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kol CZI IGN Suriastawa menyebutkan total ada dua prajurit TNI dari Yonif R 400/BR yang tewas dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (22/1).

"Dua prajurit TNI gugur," kata Suriastawa dalam keterangannya, Jumat (22/1).

Dia menuturkan kedua prajurit TNI itu ialah Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani dari Pos Hitadipa. Suriastawa menjelaskan bahwa Roy menjadi korban penembakan secara membabi buta usai melaksanakan salat subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR di Distrik Sugapa, Intan Jaya.


"Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter pada saat melaksanakan pembersihan usai melaksanakan ibadah salat subuh," ucap dia.

Sementara itu, lanjutnya, Pratu Dedi menjadi korban penembakan saat melakukan pengejaran terhadap KKB yang menembaki Pos Titigi pagi tadi. Dia diduga ditembaki dari arah hutan.

"Korban juga ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa," jelas Suriastawa.

Dia menuturkan, saat ini dua korban tersebut akan segera dievakuasi ke Timika menggunakan Heli Caracal.

Jauh sebelum insiden penembakan ini, dua anggota Yonif 400/BR meninggal saat kontak tembak dengan KKB yakni Pratu Firdaus meninggal saat kontak tembak tanggal 7 November 2020 lalu dan Prada Agus Kurniawan Senin (11/1).

Yonif 400 BR yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah, tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan.

(mjo/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK