Kasus Aktif Covid DKI di Titik Tertinggi Meningkat 34 Persen

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 10:09 WIB
Jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta meningkat 34 persen menjadi 24.224 kasus pada Minggu (24/1). Melampaui titik tertinggi kasus aktif yang pernah ada. Jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta meningkat 34 persen menjadi 24.224 kasus pada Minggu (24/1). Melampaui titik tertinggi kasus aktif yang pernah ada. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta meningkat 34 persen menjadi 24.224 kasus pada Minggu (24/1). Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan jumlah kasus meningkat drastis dibanding 11 Januari 2021 saat DKI memulai kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jumlah kasus aktif sebesar 24.224, ini melampaui dari titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Sehingga ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir," kata Widyastuti dalam keterangan tertulis, Minggu (24/1).

Sementara secara kumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta sejak awal pandemi hingga saat ini sudah mencapai 249.815 kasus. Jakarta menyumbangkan 25,3 persen kasus positif Covid-19 secara nasional.


Widyastuti menambahkan sampai dengan 24 Januari, kapasitas tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta tersisa 14 persen. Rinciannya, dari 8.055 kapasitas tempat tidur isolasi, sebanyak 6.954 unit telah terisi.

Pemprov DKI Jakarta berencana menambah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 1.941 tempat tidur. Sehingga, total tempat tidur nantinya sebanyak 9.996 tempat tidur.

"Hal yang sama juga terjadi pada ICU kita, di mana kapasitas ICU kita telah terisi sebesar 84 persen dengan jumlah 1.097 tempat tidur ICU dan telah terpakai 921 tempat tidur ICU. Kami juga nantinya akan menambah kapasitas ICU hingga 1.362 tempat tidur ICU," paparnya.

Terkait kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang PSBB selama dua pekan. PSBB Jakarta diperpanjang hingga 8 Februari 2021.

Keputusan perpanjangan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 51 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan, Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah PSBB yang diteken per 22 Januari lalu.

Perpanjangan PSBB di Jakarta seiring dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah pusat untuk pulau Jawa dan Bali.

(dmi/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK