Rasisme Pigai dan Kenangan Janji Jokowi Jaga Kehormatan Papua

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 07:43 WIB
Ketua relawan Jokowi, Ambroncius Nababan, melakukan aksi rasisme terhadap orang Papua, Natalius Pigai. Jokowi pernah berjanji menjaga kehormatan warga Papua. Presiden Joko Widodo saat bertemu tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Presiden Joko Widodo terseret dalam kasus aksi rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Aksi rasialisme itu dilakukan oleh salah seorang ketua relawan Jokowi, Ambroncius Nababan.

Kasus bermula dari unggahan Ambroncius di laman Facebook pribadinya. Ia mengunggah foto Pigai bersandingan dengan seekor gorila.

"Edodoeee pace. Vaksin ko bukan Sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies," tulis Ambroncius Nababan lewat akun Facebooknya. Unggahan itu kemudian diunggah akun Twitter @NataliusPigai2, Minggu (24/1).


Nama Jokowi mulai dikaitkan karena warganet mengetahui Ambroncius adalah relawan Jokowi. Warganet menemukan foto Ambroncius bersama Jokowi. Ada pula foto Ambroncius dengan mantan Ketua TKN Jokowi-Maruf Erick Thohir.

Sekretaris Jenderal Partai Hanura I Gede Pasek Suadika mengatakan Ambroncius adalah kader partainya. Ia juga mengakui Ambroncius adalah Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin).

Pigai menanggapi aksi rasialisme itu dengan kritik. Menurutnya, pembantaian, pembunuhan dan kejahatan HAM di Papua sepanjang masa pemerintahan Joko Widodo cenderung didasari rasisme.

"Seluruh kejahatan di Papua didasari oleh kebencian rasial. Orang Papua tidak akan pernah bisa hidup nyaman dengan bangsa rasialis. Jakarta harus buka kran demokrasi dengan Rakyat Papua. Kalau tidak maka saya khawatir instabilitas bisa terjadi karena konflik rasial di Papua. Saya orang pembela kemanusiaan berkewajiban moral untuk ingatkan," tutur Pigai kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/1).

Hubungan Jokowi dengan masyarakat Papua juga sering jadi sorotan. Salah satunya usai aksi rasialisme di Surabaya pada Agustus 2019.

Saat itu, masyarakat Papua menggelar berbagai aksi unjuk rasa di sejumlah daerah. Demonstrasi dipicu oleh oknum aparat yang memanggil mahasiswa Papua di Surabaya dengan sebutan monyet.

Kasus itu bahkan memicu kerusuhan di Manokwari pada 19 Agustus 2019. Jokowi turun tangan dengan meminta warga Papua untuk memaafkan. Ia juga mengucap janji untuk menghormati Papua.

"Yakinlah pemerintah menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pakce Mace, mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat," kata Jokowi, 19 Agustus 2019.

(dhf/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK