Disdik Sumbar Disebut Akan Evaluasi Aturan Jilbab di Sekolah

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 12:22 WIB
Usai pertemuan dengan Ombudsman dan Komnas HAM, Disdik Sumbar disebut akan mengevaluasi seragam jilbab bagi siswi non-muslim. Ilustrasi siswi berhijab. (Foto: CNN Indonesia / Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat disebut akan mengevaluasi secara menyeluruh soal kebijakan kewajiban berjilbab bagi semua siswi, termasuk non-muslim, di sekolah-sekolah.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara menyebut hal itu dikatakan pihak Disdik dalam pertemuan awal dengan Komnas HAM perwakilan Sumbar bersama Ombudsman. Evaluasi itu, katanya, paling lambat dilakukan 2 Februari.

Itu terkait kasus pemanggilan orang tua terhadap salah satu siswi non-muslim di SMKN 2 Kota Padang yang tak memakai jilbab.


"Dinas pendidikan Sumatera Barat akan melakukan evaluasi dan revisi menyeluruh peraturan atau kebijakan sekolah yang diskriminatif di seluruh wilayah Provinsi Sumbar. Peraturan tersebut nantinya disesuaikan dengan tata dinas yang ada," kata Beka saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/1).

Setelah evaluasi, kata dia, Disdik Sumbar akan kembali melalukan pertemuan dengan Komnas HAM dan Ombudsman.

"Serta ada tokoh agama dan pihak lainnya untuk mengevaluasi hasil temuan yang ada," kata dia.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan Sumbar juga berjanji akan melakukan sosialisasi menyeluruh kepada staf pengajar dalam hal ini guru serta kepala sekolah di seluruh wilayah Sumbar. Bahkan kata Beka, para pendidik ini juga akan dibekali buku pendamping guru berbasis HAM milik Komnas HAM.

Untuk saat ini kata Beka, Disdik Sumbar akan mengeluarkan surat edaran agar semua institusi pendidikan di wilayah Sumbar tak bertindak di luar perundang-undangan yang berlaku hingga proses evaluasi selesai dilakukan.

"Hari ini akan membuat edaran supaya semua institusi pendidikan tidak boleh bertindak di luar UU," kata Beka.

"Dinas Pendidikan Provinsi akan melakukan penataan layanan dan menyusun mekanisme perlindungan kepada peserta didik supaya bisa belajar dengan nyaman," tuturnya.

Sebelumnya, SMKN 2 Padang mewajibkan penggunaan jilbab bagi semua siswi, termasuk non-muslim. Kasus ini menjadi viral setelah Eliani Hia, selaku wali murid Jeni Cahyani Hia, murid SMKN 2 Padang, mengunggah perdebatannya dengan pihak sekolah soal kewajiban itu.

Eliani dipanggil oleh sekolah karena anaknya tak mengikuti aturan seragam tersebut.

(tst/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK