Jawab Iran, Bakamla Sebut Kapal MT Freya Mengaku Salah

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 20:39 WIB
Kapal berbendera Iran yang ditangkap Bakamla, MT Freya, disebut mengaku salah saat tertangkap tangn. Dua kapal Iran dan Panama yang diamankan Bakamla. (Foto: Humas Bakamla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Keamanan Laut (Bakamla) menyebut Kapal Tangker Minyak (MT) Freya milik Iran telah mengakui beberapa pelanggaran hukum yang dilakukan saat kapal itu diamankan di perairan Pontianak pada Minggu (24/1).

Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita memastikan sedikitnya lima pelanggaran yang telah diakui oleh MT Freya. Bahkan mereka jelas tertangkap tangan melakukan transfer BBM secara ilegal dengan kapal berbendera Panama yang juga diamankan dalam insiden itu.

"Mereka tertangkap tangan dan mengakui," kata Wisnu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (26/1).


Pernyataan ini disampaikan Wisnu sekaligus untuk menjawab pertanyaan dan permintaan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh yang meminta detail informasi penangkapan terhadap kapal mereka.

Saeed bahkan menyebut penyitaan itu terjadi karena "masalah teknis". Insiden itu kata dia terjadi di jalur perdagangan internasional.

Padahal menurut Wisnu, sedikitnya ada lima pelanggaran yang terbukti dilakukan Kapal Freya ini. Selain transfer BBM tanpa ijin otoritas atau ilegal, kapal ini juga kedapatan membuang limbah di wilayah perairan Indonesia.

"[Mereka] Lego jangkar di wilayah teritorial tanpa ijin otoritas, mematikan ais dan bahkan menyembunyikan identitas dengan menutupi nama dan tidak mengibarkan bendera," kata dia.

Nakun saat ditanya terkait sanksi apa yang akan diberikan ke Kapal Freya ini, Wisnu tak menjawab. Hanya saja kata dia, saat ini Bakamla masih mendalami dan akan terus melakukan penyelidikan terkait kapal ini, ternasuk kapal milik Panama.

"Masih akan didalami dengan penyelidikan lebih lanjut di Batam nanti," kata dia.

Infografis Kesepakatan Nuklir iranInfografis Kesepakatan Nuklir iran. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)

Di sisi lain, pihak Kementerian Luar Negeri RI juga menduga kapal MT Greya milik Iran memang disita karena telah melakukan pelanggaran hukum internasional.

Sebelumnya, Dua kapal tanker berbendera Iran dan Panama terpantau oleh KN Marore-322 tengah melakukan aksi ship to ship di perairan Pontianak. Saat itu KN Marore memang tengah melakukan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri.

KN Marore tak sengaja mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi AIS dimatikan sekitar pukul 05.30 WIB. KN Marore lantas mendekati titik radar di perairan Pontianak tersebut.

Iran kerap dituduh menjual minyaknya secara ilegal di perairan internasional dengan menonaktifkan sistem pelacakan pada tanker-tankernya.

Pada 2020, Iran kedapatan mengirim kapal tanker MT Horse berisikan 2,1 juta barel kondensat Iran ke Venezuela secara ilegal

 

(tst/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK