Longsor Sumedang, Polisi Periksa Pengembang Hingga BMKG

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 17:05 WIB
Dalam kasus longsor Sumedang, polisi memeriksa pengembang, ahli tata ruang, ahli geologi, BMKG, hingga ahli pidana. Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR dalam peristiwa longsor Sumedang, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pada bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sejumlah saksi dan ahli dari geologi telah dimintai keterangan oleh polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, sejumlah orang tersebut sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Sumedang.

"Kurang lebih ada enam atau tujuh. Ada dari pengembang, dari ahli seperti ahli tata ruang, kemudian ahli geologi, BMKG, kemudian ahli pidana ya. Apakah kejadian tersebut merupakan bagian dari pelanggaran hukum pidana apa tidak kita tunggu saja," katanya, Rabu (27/1).


Diberitakan sebelumnya, longsor menerjang kawasan Cimanggung Sumedang pada Sabtu (9/1) lalu sekitar pukul 16.45 WIB. Selang beberapa jam setelahnya, longsor susulan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan data BPBD Sumedang, sebanyak 40 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, 22 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan 3 orang luka berat.

Menurut Erdi, penyidik akan terus menggali keterangan terkait penyebab longsor di Sumedang yang menewaskan 40 orang tersebut. Termasuk mencari unsur pidana atas kejadian itu.

"Ada beberapa dalam proses pemeriksaan yaitu ada beberapa perumahan yang dibangun di sana. Nah pemiliknya dimintai keterangan," ujar dia

Berdasarkan pemeriksaan sementara, lanjut Erdi, penyebab terjadinya longsor diduga dari tersumbatnya drainase di sekitar lokasi.

"Diduga di situ penyebab tanah longsor karena mungkin saja dari drainasenya apalagi dengan curah hujan yang tinggi. Drainase itu seandainya tidak dilakukan pembetonan dan sebagainya, ketika curah hujan tinggi akan menyebabkan longsor," ujar Erdi.

(hyg/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK