Nusron Wahid: Sikap Abu Janda Tak Seperti Kader NU

CNN Indonesia | Senin, 01/02/2021 12:34 WIB
Nusron Wahid yang pernah menjadi Ketum GP Ansor periode 2010-2015 menyatakan sikap dan bicara Abu Janda tak mencerminkan kader NU. Politikus Golkar yang pernah memimpin GP Ansor sebagai Ketua Umum untuk periode 2010-2015. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) 2010-2015, Nusron Wahid menilai sikap Permadi Arya alias Abu Janda tak mencerminkan sikap kader Nahdlatul Ulama (NU) meski sudah sempat mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar).

Hal itu ia sampaikan terkait pelbagai pernyataan kontroversial Abu Janda belakangan ini yang menuai polemik di tengah masyarakat.

"Bisa jadi iyaa. Tapi saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu. Sebab saya sudah tidak jadi ketum Ansor sejak November 2015. Meski ikut Diklatsar, tetap saja sikapnya tidak nampak seperti kader NU," kata Nusron membalas pertanyaan netizen dalam utas pernyataannya soal Abu Janda lewat akun Twitter @NusronWahid1 yang sudah diizinkan untuk dikutip CNNIndonesia.com, Senin (1/2).


Dalam utas tersebut, Nusron mengawalinya dengan pernyataan banyak pihak yang bertanya pada dirinya soal Abu Janda.

'Saya jawab; "Saya tidak kenal dan tidak pernah bertemu." Selama memimpin Ansor 2010-2015 tidak ada nama itu beredar,' kata pria yang juga dikenal sebagai politikus Golkar tersebut.

Lebih lanjut, pada utas berikutnya, Nusron mengatakan secara keseluruhan dari empat karakter kader NU, dirinya tak melihat ada dalam perilaku yang dipertontonkan Abu Janda selama ini.

'Dari sikap dan bicara; tidak nampak tawassuth, tawazun, tasamuh dan i'tidal ala kader NU. Semoga NU dijauhkan dari penumpang yang ingin merusak dari dalam,' kata Nusron yang juga dikenal sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019 lalu.

Belakangan ini, Abu Janda sempat melontarkan kicauan kontroversial di akun Twitter @permadiaktivis1 soal 'Islam agama arogan' saat bicara tentang agama impor yang menginjak-injak kearifan lokal.

Atas kicauannya tersebut, Abu Janda dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) oleh Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Laporan itu diterima kepolisian dengan nomor STTL/033/1/2021/Bareskrim tertanggal 29 Januari 2021. Pihak yang sama pun melaporkan Abu Janda soal kicauan diduga ujaran rasialisme terhadap eks komisioner Komnas HAM asal Papua, Natalius Pigai.

Abu Janda sendiri dikenal publik sebagai pegiat media sosial setidaknya sejak 2015-an. Selain itu, pada Pilpres 2019 silam, dia pun terlihat aktif memberikan dukungan pada presiden petahana Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin yang kala itu masih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Wakasatkornas) Banser Hasan Basri Sagala mengatakan semua pihak harus menghormati aparat kepolisian yang tengah bekerja menyelesaikan kasus tersebut.

Dalam keterangannya yang diterima kemarin, Hasan Basri mengatakan Permadi memang pernah pernah tercatat mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi sayap GP Ansor tersebut.

Namun menjadi kader atau anggota Banser, kata dia, bukan sebatas dimaknai bangga mengenakan seragam saja, tetapi juga harus memegang teguh tiga karakter yaitu amaliah (ritual ibadah), fikrah (cara berpikir), dan harakah (cara bertindak).

Anggota Banser juga harus berpedoman pada empat prinsip dasar yakni tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i'tidal (adil), dan tasamuh (toleran).

(rzr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK