KJRI soal Akses Saudi Ditutup: Tak Ganggu Jemaah Pulang Umrah

CNN Indonesia | Kamis, 04/02/2021 23:13 WIB
KJRI Jeddah, memastikan penutupan kembali akses wilayah Aran Saudi itu terkait perkembangan pandemi Covid-18 tidak mengganggu kepulangan jemaah umrah. Jemaah umrah sedang melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (AP/HOGP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi memastikan penutupan kembali akses wilayah negara itu terkait pandemi Covid-18 tidak mengganggu kepulangan jemaah umrah.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, jemaah umrah akan pulang sesuai dengan jadwal masing-masing ke Indonesia.

"Kalau untuk keluar dari Saudi, tidak ada masalah," kata Endang di Jeddah, Rabu (3/2) sebagaimana tertulis dalam rilis resmi Humas KJRI.


Merespons bertambahnya kasus Covid-19 di Arab Saudi, pemerintah setempat membatasi kedatangan dari 20 negara termasuk Indonesia. Izin masuk ke wilayah tersebut hanya diberikan kepada warga negara Saudi, diplomat, praktisi kesehatan, berikut keluarganya. Kebijakan yang terbit pada 2 Februari ini berlaku per Rabu 3 Februari pukul 21.00.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi membuka pelaksanaan ibadah umrah bagi warga negara lain terhitung 1 November 2020 hingga 2 Februari 2021. Selama waktu tersebut, Indonesia telah memberangkatkan 2.603 jamaah umroh.

Menurut Endang, selama di negara itu, para jamaah tetap harus melaksanakan disiplin protocol kesehatan sebagaimana telah ditentukan pemerintah setempat.

Hingga kemarin, katanya, sebanyak 670 jamaah asal Indonesia sedang menjalankan ibadah umrah.

"Mereka sedang menjalankan ibadah umrah dan menunggu jadwal kepulangannya," terang Endang.

Menanggapi aturan ini, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengatakan akan mematuhi dan menyesuaikan dengan kebijakan tersebut. Agar keberangkatan jamaah umroh sesuai dengan kebijakan pemerintah Saudi, kemenag akan berkoordinasi dengan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI).

Pelaksana tugas Dirjen Haji dan Umrah Kemenag, Oman Fathurahman mengatakan tidak tersedia pilihan lain bagi Kemenag, perusahaan travel, dan jamaah.

"Ini kebijakan mutlak Saudi. Dari kita, termasuk Kemenag, travel-travel, jemaah, tidak ada pilihan lain selain mengikutinya. Itu kan bukan hanya Indonesia," kata, Oman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/2).

(iam/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK