Bupati Paser Kaltim Meninggal Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2021 13:07 WIB
Sebelum wafat pada Selasa pagi, Bupati Paser dua periode Yusriansyah Syarkawi sempat mengalami demam dan dirawat di RS Pertamina Balikpapan sejak Senin malam. Ilustrasi. (Istockphoto/elinedesignservices)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bupati Paser, Kalimantan Timur, Yusriansyah Syarkawi meninggal dunia pada Selasa (16/2) pukul 05.00 WITA saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

Bupati Paser dua periode tersebut, meninggal dunia satu hari menjelang masa bakti berakhir pada 17 Februari 2021.

Informasi meninggalnya Bupati Paser disampaikan Abdul Basyid, adik almarhum yang mengantarkan jenazah dari Balikpapan menuju Tanah Grogot.


"Tadi sebelum dibawa ke Grogot, dilepas Wali Kota Balikpapan," katanya seperti dikutip dari Antara.

Yusriansyah merupakan Bupati Paser dua periode, yakni periode 1999-2004 dan 2016-2021. Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Bupati Paser, Yusriansyah sudah berpamitan dengan sejumlah pegawai di balai kota tersebut pada Senin (15/2) lalu.

Sementara itu terkait wafatnya, Bupati Paser, Pemerintah Daerah Kabupaten Paser menggelar rapat dipimpin Wakil Bupati Paser Kaharuddin, Selasa (16/02).

Dalam rapat tersebut, hadir Kapolres Paser AKBP Eko Susanto, Dandim 0904 Tanah Grogot Letkol Czi Widya Wijanarko, Sekda Paser Katsul Wijaya, Asisten Umum Setda Paser Arief Rahman, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian drh. Boy Susanto, Kepala Dinkes Paser Amir Faisol dan kepala perangkat daerah lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian drh. Boy Susanto mengatakan rekomendasi dari hasil rapat tersebut diantaranya imbauan kepada masyarakat, instansi pemerintah, BUMN, dan kantor swasta lainnya, untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan.

"Pengibaran bendera tiang di kantor pemerintah, swasta, dan di rumah sebagai bentuk penghormatan," kata Boy soal mengenang Bupati Paser meninggal tersebut.

Rekomendasi lain lanjut Boy, bahwa selama proses pemakaman, penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19.

"Masyarakat diimbau mendoakan almarhum di rumah masing-masing untuk menghindari kerumunan," ujar Boy.

Sebelum menjabat Bupati, almarhum adalah seorang birokrat yang pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan diantaranya Pjs Camat Balikpapan Timur (1997), Camat Long Ikis (1979-1981), Kabag Umum dan Protokol Setda Paser (1983-1984), Kepala Dinas Pendapatan Daerah Paser (1984-1998), Kepala Bappeda Paser (1998-1999).

Sementara itu, dikutip dari detik.comDirektur Rumah Sakit Pertamina Balikpapan mengatakan penyebab kematian Bupati Paser belum dapat dipastikan. Namun, gejala awal menunjukkan Bupati Paser mengalami demam.

"Untuk penyebab kematiannya masih belum bisa dipastikan. Almarhum dirawat sejak Senin (15/2) kemarin sekitar pukul 19.00 Wita. Sebelumnya almarhum sempat dirawat RS Panglima Sebaya Paser dan kemudian dirujuk ke sini," katanya.

"Gejala awal almarhum mengalami demam. Namun, belum diketahui Yusriansyah terpapar Covid-19 atau tidak. Dan, semalam memang sudah dilakukan pemeriksaan Covid-19, tapi hasilnya belum saya pegang," lanjutnya.

(Antara/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK