Izin Darurat Vaksin AstraZeneca Segera Diterbitkan BPOM

CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2021 15:41 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan izin darurat penggunaan vaksin AstraZeneca akan diterbitkan, lima hingga 10 hari ke depan. Ilustrasi Vaksin AstraZeneca. (AP/Rafiq Maqbool)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan sedang bersiap mengkaji penerbitan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Covid-19 AstraZeneca di Indonesia.

Penny mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi emergency use listing atau daftar penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait vaksin AstraZeneca.

Saat ini,BPOM menunggu data kajian WHO agar bisa memberikan EUA vaksin AstraZeneca. Dilaporkan sejumlah media asing, WHO, hari ini telah mengizinkan vaksin AstraZeneca untuk penggunaan darurat, sehingga vaksin tersebut dapat diluncurkan secara global. WHO telah menilai data kualitas, keamanan dan kemanjuran, rencana manajemen risiko dan kesesuaian program vaksin AstraZeneca dalam waktu kurang dari empat minggu.


Vaksin tersebut ditinjau oleh Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi WHO, yang merekomendasikan vaksin untuk semua kelompok usia 18 tahun ke atas. Rekomendasi WHO menyatakan AstraZeneca memiliki kemanjuran 63,09 persen.

"Kami sedang menunggu itu dalam waktu dekat, jadi kami memberikan janji kinerja sekitar5-10 hari akan bisa memberikan EUA, secepatnya setelah kami mendapat data dari WHO," ujar Penny dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/2).

Penny menjelaskan, setelah mendapat data dari WHO terkait keamanan, mutu, dan khasiat vaksin Covid-19, BPOM akan segera memberikan EUA setelah melakukan kajian berdasarkan data tersebut.

Infografis Daftar Warga Disuntik Vaksin Covid Tahap DuaInfografis Daftar Warga Disuntik Vaksin Covid Tahap Dua. (CNN Indonesia/Fajrian)

Penny mengatakan, Indonesia tidak bisa langsung mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 meski sudah disetujui WHO. BPOM masih harus melakukan pengawasan dan memonitor terkait efektivitas vaksin Covid-19 tersebut.

"Kami sebagai pengawas obat harus memonitor distribusinya. Membutuhkan data-data terkait dosis, aspek, mutu, kualitas, dan khasiatnya. Data juga tetap harus diserahkan pada pemerintah dan otoritas obat di masing-masing negara," tuturnya.

Vaksin AstraZeneca yang dikembangkan Inggris itu termasuk salah satu Vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, selain Sinovac, Pfizer, Sinopharm, dan Novavax.

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang telah berlangsung sejak 13 Januari 2021 lalu menggunakan vaksin Sinovac. Vaksin Sinovac juga akan digunakan dalam program vaksinasi tahap dua yang akan berlangsung pada Rabu (17/2) besok.

(mel/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK