Gerindra Jatim Anggap Wajar Dana Hibah untuk Museum SBY

CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2021 11:46 WIB
Plt Ketua DPD Gerindra Jatim menilai wajar bila pemprov menghibahkan dana sebagai penghargaan bagi putra daerah yang pernah menjadi Presiden RI. Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara Foto/Widodo S. Jusuf)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad, menilai dana hibah sebesar Rp9 miliar yang diberikan Pemprov Jawa Timur untuk pembangunan museum khusus untuk Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoono (SBY) di Pacitan adalah hal wajar.

Menurutnya, SBY dalah tokoh kebanggaan masyarakat Jatim yang pernah memimpin bangsa ini. Perjalanannya juga wajar bila diabadikan dalam sebuah museum

"Menurut saya wajar. Pak SBY adalah figur kebanggaan masyarakat Jatim. Dua periode menjabat sebagai Presiden pasti meninggalkan legacy untuk bangsa ini," kata Anwar, Rabu (17/2).


Ia menilai lewat museum tersebut akan menjadi pelajaran bagi generasi mendatang, khususnya di Jatim, tentang kepemimpinan dan nilai-nilai hidup dari perjalanan hidup SBY.

"Perjalanan beliau pasti ada sisi positif, termasuk sisi humanis baik dalam keluarga maupun para sahabatnya patut dicontoh," ucapnya.

Selain itu, Anwar percaya baik SBY maupun pihak Yudhoyono Foundation tak pernah meminta anggaran kepada Pemprov Jatim. Sebaliknya, justru dana sebesar Rp9 Miliar itu merupakan bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah kepada SBY selaku Presiden RI selama dua periode (2004-2009 dan 2009-2014).

"Saya percaya pasti Pak SBY tidak minta hibah kepada Pemprov Jatim, akan tetapi hibah tersebut adalah bagian dari wujud penghargaan dan rasa bangga masyarakat Jatim kepada sosok Pak SBY," ucap dia.

Hibah Pemprov Jatim semcam ini, kata Anwar juga pernah diberikan untuk menghormati tokoh-tokoh bangsa yang berjasa besar.

"Misalnya untuk membeli rumah masa kecil Bung Karno di Blitar, Istana Gebang. Juga perbaikan fasilitas untuk peziarah makam Gus Dur (Abdurrahman Wahid), mantan Presiden RI, di lokasi tersebut juga ada makam ayah dan kakek beliau, keduanya pahlawan nasional," katanya.

Diketahui, pembangunan Museum SBY-Ani di Pacitan belakangan mendadak jadi sorotan publik. Hal itu lantaran proyek pembangunan museum ini diduga mendapat kucuran dana sebesar Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sejumlah netizen di Twitter pun mencibir. Mereka menilai pembangunan museum itu tak memiliki urgensi sehingga berhak mendapatkan bantuan anggaran dari Pemprov Jatim. Bahkan, pada Rabu (17/2) siang jelang petang, tanda pagar (tagar/#) SBYMakanDanaPacitan sempat masuk jajaran 10 besar trending topic Twitter di Indonesia.

Menanggapi kabar dana hibah yang ditujukan untuk Museum SBY di Pacitan tersebut, Pemprov Jatim sudah mengonfirmasinya. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono mengatakan sejatinya tak sepenuhnya Rp9 miliar itu untuk pembangunan museum. Pencairan dana hibah juga harus memenuhi sejumlah syarat.

"Pengajuannya 2019," kata Heru, saat dikonfirmasi, Rabu.

Anggaran itu sendiri, lanjut Heru, merupakan hibah bantuan keuangan (bk). Meski demikian dana itu masih berada di APBD Kabupaten Pacitan dan belum dikucurkan hingga sekarang.

"Hibah itu belum diluncurkan uangnya, belum dipergunakan sampai sekarang, masih di APBD Pacitan karena ada hal-hal yang harus dicukupi, uangnya masih utuh Rp9 M," ucapnya.

Sementara itu, secara terpisah, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Jawa Timur, Renville Antonio mengatakan rencana hibah dana Pemprov Jatim untuk Museum SBY-Ani itu sebenarnya telah ada sejak masa kepemimpinan Gubernur Jatim sebelumnya, Soekarwo atau Pakde Karwo, sekitar tahun 2018.

Meskipun demikian, Renville yang juga merupakan mantan Sekretaris Demokrat Jatim ini meyakinkan bahwa SBY tak pernah sekalipun meminta hibah tersebut ke Pakde Karwo ataupun Pemprov Jatim.

(frd/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK