PDIP Kritik Data Banjir Jakarta

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 16:28 WIB
Aplikasi maupun situs pemantau banjir, seperti Situs Pantau Banjir Jakarta tidak mencantumkan jumlah RT terdampak banjir pada hari ini. Sejumlah wilayah di Jakarta tergenang banjir, namun beberapa aplikasi pemantau banjir Pemprov DKI tak update terkait titik-titik banjir di Ibu Kota. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengkritik data sebaran wilayah yang tergenang banjir di Ibu Kota yang tak lengkap. Gilbert curiga Pemprov DKI sengaja menutupi data tersebut.

Gilbert mengaku tak mengetahui alasan Pemprov DKI menutupi data tersebut. Namun, ia menduga lokasi banjir di Jakarta tahun ini justru bertambah dan tidak tertangani.

"Kita tidak tahu persis apa alasannya. Hanya asumsi bahwa jumlah titik banjir bertambah dan tidak tertangani, sehingga tidak di-update," kata Gilbert saat dihubungi, Jumat (19/2).


Gilbert mengungkapkan hal tersebut setelah melihat pola Gubernur DKI Anies Baswedan. Menurutnya, Anies kerap hanya ingin menunjukkan kesuksesan, seperti mendapatkan penghargaan dan lainnya.

Sementara, soal kinerja yang cenderung buruk Pemprov diduga sengaja tak membukanya.

Politikus PDIP itu menyebut dalam pemerintahan yang baik, seharusnya Pemprov DKI bisa lebih transparan kepada publik.

"Kesan yang mereka berikan adalah menutup-nutupi informasi yang cenderung memburuk dan ketidakmampuan mengatasi banjir. Itu bukan sikap pemerintahan yang baik. Seharusnya keterbukaan terhadap masalah juga bagian dari transparansi, good governance," ujarnya.

Sejumlah layanan aplikasi maupun situs pemantau banjir Jakarta tidak menunjukkan data banjir terbaru. Situs Pantau Banjir Jakarta misalnya, tidak mencantumkan jumlah RT terdampak banjir pada hari ini.

Padahal dalam keterangannya, pihak Pemprov DKI akan melakukan pembaruan data banjir setiap satu jam sekali.

Kemudian, aplikasi Jakarta Kini atau JaKi juga tidak memperbarui wilayah yang terdampak banjir. Padahal, salah satu menu dalam aplikasi tersebut adalah untuk memantau banjir.

CNNIndonesia.com sudah berupaya mengonfirmasi hal tersebut ke pihak Kepala Dinas Informatika dan Statistik Provinsi DKI, Atika Nur Rahmania mengenai data dalam situs tersebut. Namun, sampai berita ini ditulis, Atika belum merespons panggilan maupun pesan singkat.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD DKI, Sabdo Kurnianto saat dihubungi terkait data tersebut meminta agar CNNIndonesia.com memantau situs pemantau banjir Jakarta.

Di sisi lain Sabdo menyampaikan hujan deras yang terjadi sejak Kamis (18/2) pukul 23.00 WIB di Jakarta meluas ke berbagai wilayah. Berdasarkan hasil pantauan satelit milik LAPAN, prediksi hujan dan angin pada ketinggian 850 mb (1,5 km) masih berlangsung pada Jumat (19/2) pukul 17.00 WIB.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada menjelang siang - sore hari; Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara pada sore - malam hari," kata dia dalam keterangan resmi.

Dia menyatakan pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada, karena diprediksi cuaca ekstrem juga terjadi hingga Sabtu (20/2).

Lebih lanjut, Sabdo menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan personel dengan menggunakan pompa mobile untuk mempercepat penyedotan air di kawasan pemukiman dan jalan raya yang terdampak genangan.

Pemantauan dan pengoperasian Pintu Air juga terus dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan dalam mengalirkan air.

Sabdo juga menerangkan terkait durasi penanganan genangan dan banjir di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berupaya menuntaskan genangan dan banjir dalam kurun waktu 6 jam. Perlu diketahui, durasi 6 jam tersebut dihitung sejak hujan berhenti dan tidak ada lagi luapan Kali atau saluran.

Berdasarkan data terkini dari BPBD Provinsi DKI Jakarta, saat ini beberapa titik di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur masih terdampak genangan, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.

Untuk wilayah Jakarta Barat, meliputi 3 Kelurahan, terdiri atas 3 RW dan 3 RT, namun tidak ada pengungsi. Sedangkan, untuk wilayah Jakarta Timur, genangan juga disebabkan luapan PHB Sulaiman dan Kali Sunter, meliputi 9 Kelurahan, terdiri atas 31 RW dan 96 RT, serta sebanyak 182 KK atau 694 orang masih mengungsi.

"Seluruh genangan sedang ditangani oleh jajaran Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta dan PPSU Kelurahan. Untuk di Jakarta Timur, khususnya di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, saat ini kami sedang melakukan pemompaan di PHB Sulaiman dan Kalimalang. Harapannya, dapat surut dalam beberapa jam ke depan," kata Sabdo.

(dmi/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK