Puluhan Paus Terdampar di Madura, Gigi Hingga Sirip Hilang

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 03:13 WIB
Lebih dari 50 paus pilot ditemukan terdampar mati di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur. Puluhan paus itu pun kemudian dikubur. Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Pamekasan, CNN Indonesia --

Lebih dari 50 paus pilot ditemukan terdampar mati di Pantai Modung, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur. Puluhan paus itu pun kemudian dikubur dengan menggunakan bantuan alat berat agar tidak menimbulkan bau dan menyebarkan bakteri yang membahayakan masyarakat sekitar, Sabtu (20/2).

Namun, ada satu bangkai yang ditemukan tidak utuh alias telah terurai di bibir pantai Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang. Dagingnya terpotong-potong. Bahkan pada bagian sirip, ekor, dan gigi ikan sudah hilang.

Tempat ini berjarak tiga kilometer dari lokasi puluhan paus yang ditemukan terdampar di pantai Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.


Informasi yang diterima CNNIndonesia.com dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Jawa Timur, kejadian pemotongan bagian tubuh paus tersebut sudah berlangsung kali kedua.

Pertama ada warga yang sempat mengambil di lokasi terdampar tapi dikembalikan. Kedua tubuh paus jauh dari kawanan yang terdampar, namun dalam kondisi sudah terpotong-potong.

"Entah apa maunya warga memotong dan mengambil bagian daging paus. Padahal tidak ada nilai rupiah yang bisa menguntungkan. Kemungkinan mereka ingin mengabadikan kejadian langka ini dengan mengambil bagian tubuh paus," kata Kabid KSDA Wilayah II KSDA Jawa Timur, Wiwied Widodo, Sabtu (20/2).

Menurutnya, tindakan memotong bagian daging paus meski sudah mati merupakan perbuatan yang melanggar aturan. Sebab ikan paus bagian dari binatang laut yang dilindungi.

"Mending tidak usah melakukan hal ini karena paus termasuk hewan dilindungi. Kalau sengaja, bisa dipidana lima tahun," kata dia.

Petugas menggunakan alat berat mengubur bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicephala macrorhynchus) yang mati saat terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2/2021). Sebanyak 51 ekor dari 52 ekor Paus Pilot Sirip Pendek yang mati, dikubur agar tidak menimbulkan bau dan menyebarkan bakteri yang membahayakan masyarakat sekitar. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.Sebanyak 51 ekor dari 52 ekor Paus Pilot Sirip Pendek yang mati, dikubur agar tidak menimbulkan bau dan menyebarkan bakteri yang membahayakan masyarakat sekitar. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Sebelumnya, Sabtu (20/2) pagi, proses penguburan ikan paus dilakukan secara massal dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator.

Letak penguburan berada di Pantai Modung dengan jarak 70 meter dari bibir pantai dengan kedalaman liang kubur mencapai 5 meter.

Terdapat dua titik penguburan, pertama untuk 25 ekor paus yang telah mati, sedangkan di titik kedua untuk 21 ekor paus. Terdapat satu paus mati yang harus dikuburkan secara manual karena jaraknya cukup jauh dari titik penguburan, sedangkan 4 sisanya kemungkinan terseret arus ombak saat air laut pasang.

Seluruh paus pilot itu diduga terdampar akibat cuaca ekstrem yang menimbulkan gelombang tinggi di selatan Jawa dalam beberapa hari terakhir.

Paus pilot yang merupakan genus Globicephala adalah satu dari dua spesies paus kecil bergigi ramping dari keluarga lumba-lumba Delphinidae.

Paus pilot memiliki ciri dahi bulat yang menonjol, moncong pendek seperti paruh, dan sirip runcing yang ramping.

Camat Modung Heri Arifin mengatakan sebanyak 52 ikan paus pilot itu terdampar sejak Kamis (18/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Namun nahas pada Jumat (19/2) pagi, satu persatu binatang tersebut mati. Hanya satu ekor yang dapat bertahan.

(nrs/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK