Derita Korban Banjir DKI: Kesulitan Air Bersih, Listrik Padam

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 12:16 WIB
Sejumlah wilayah di DKI Jakarta terendam banjir. Warga mulai kesulitan untuk mengakses air bersih. Kondisi ini diperparah dengan pemadaman listrik. Warga Kelurahan Duren Tiga membersihkan sisa banjir di rumahnya. (CNN Indonesia/Syakirun Niam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korban banjir di Desa Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan mengalami kesulitan air bersih untuk membersihkan rumah dan kebutuhan mandi, cuci, kakus.

Rukmantara, warga RT 13 RW 5, Kelurahan Duren Sawit mengatakan, banjir mulai surut perlahan pada pukul 03.00 WIB pagi. Namun, karena ketinggian air, ia baru bisa membersihkan kotoran sisa banjir di rumahnya pad pukul 04.00 WIB pagi.

"Untuk nguras enggak bisa karena masih ada genangan air. Akhirnya tadi jam empat mulai (bersih-bersih), kata Rukmantara saat ditemui CNNIndonesia.com di lokasi banjir, Sabtu (21/2).


Ketebalan lumpur sisa banjir di tempat tinggalnya, kata Rukman, sekitar 30 centimeter.

Selain kesulitan air bersih, penderitaan warga juga bertambah karena sambungan listrik PLN masih terputus.

"Mana keadaan listrik mati lagi sekarang, mati PLN," keluhnya.

Menurut Rukmantara, banjir kali ini merupakan yang paling besar. "Dulu banjirnya nggak sedahsyat ini," katanya

Pantauan CNNINdonesia.com, sejumlah warga terpaksa mengangkut air dari kali untuk membersihkan rumah mereka menggunakan ember dan jerigen.

Darningsih, warga lainnya telah membersihkan rumahnya sejak dini hari tadi. Namun, karena tidak bisa menggunakan pompa air di rumahnya, ia kesulitan membersihkan lumpur dan kotoran sisa banjir.

"Aturannya udah bersih kalo ada airnya," keluh dia.

Saat ini, rumah Darningsing masih terendam lumpur. Ia terpaksa menggunakan air dari kali untuk membersihkan rumah.

Ia sebenarnya cemas, sebab, air tersebut kotor dan saat ini sedang pandemi.

"Airnya saja ini kotor, gimana," kata Darningsih.

Kata Darningsih, membersihkan rumah juga semakin sulit karena gelap. Ia meminta agar PLN segera menyambungkan kembali aliran listrik di Kelurahan Duren Tiga.

"PLN, tolong (sambung kembali listrik), biar bisa langsung bersih-bersih," pintanya.

Sementara itu, korban terdampak banjir lainnya, Linarsih mengatakan pada saat banjir seperti ini warga mengalami kesulitan air beraih untuk kebutuhan MCK.

Toilet dan tempat pembuangan lainnya tersumbat. Airnya juga bau dan kotor. "Nanti air bersihnya nggak tahu dari mana," ujar Linarsih.

Warga lainnya, Nurhayati, juga mengeluhkan hal serupa. Meskipun listrik di rumahnya tersambung, fasilitas MCK juga tidak bisa digunakan. Sebab, toilet dan pembuangan air mampat.

Sejumlah RT di RW 5 Kelurahan Duren Tiga dilanda banjir. RT tersebut antara lain RT 1, 13, dan 14. Ketinggian air sempat mencapai dua meter lebih.

Bertahan di Pengungsian

Warga 4 RT di RW 06, Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan masih bertahan di tempat pengungsian lantaran rumah mereka masih tergenang banjir hingga Minggu (21/2) pagi.

"Ada sebagian yang masih bertahan karena masih agak tinggi (air).Tapi sudah enggak tinggi-tinggi banget lah, sudah turun, tinggal 30cm lah," kata Ketua RW 06, Syarifuddin kepada CNNIndonesia.com, Minggu (21/2).

Ia mengatakan warga yang mengungsi itu tersebar di lima titik pengungsian, mulai dari masjid, musholla hingga lapangan.

Menurut dia, warga yang masih mengungsi itu membutuhkan bantuan pakaian bersih.

"Pakaian dalam paling dibutuhkan, semoga enggak hujan lagi, nanti bisa tinggi lagi," ujar dia.

Meski warga memilih bertahan di pengungsian, ia mengatakan, ada warga di 8 RT yang mulai membersihkan rumah mereka seiring air yang telah surut.

Pembersihan itu, kata dia, dibantu oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan.

"Sebagian sudah bersih-bersih. Butuh bantuan alat untuk bersih-bersih," ucap dia.

Hujan yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (20/2) dini hari, menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per Sabtu (20/2) pukul 09.00 ada sebanyak 200 RT terdampak dari total30.070RT yang ada di Jakarta, artinya 0,6 persen dari seluruh wilayah DKI Jakarta.

BPBD juga mencatat ada 26 titik lokasi dengan jumlah pengungsi 1.361 jiwa dari 329 KK.

(iam/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK