Kemenkes Minta Nakes Lebih Teliti Skrining Vaksin pada Lansia

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 01:46 WIB
Direktur Kesehatan Keluarga meminta ketelitian lebih saat melakukan skrining vaksinasi Covid-19 pada kelompok lansia untuk menurunkan risiko KIPI. warga lanjut usia (lansia) mengikuti vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Senen, Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Erna Mulati meminta tenaga kesehatan (nakes) lebih teliti saat melakukan pengecekan atau skrining vaksinasi Covid-19 pada kelompok lanjut usia (lansia).

Erna mengatakan ketelitian dalam men-skrining kesehatan kelompok lansia diperlukan untuk potensi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Yang perlu menjadi perhatian kita adalah teknis pelaksanaan skrining yang jauh harus lebih teliti dari pada masyarakat sasaran pada umumnya," kata Erna dalam Youtube Direktorat Kesehatan Keluarga, Rabu (22/2).


Ia juga menjelaskan, mekanisme vaksinasi Covid-19 pada lansia sama dengan pada kelompok masyarakat lainnya. Hanya saja khusus lansia, ada beberapa pertanyaan tambahan sebelum lansia mendapatkan vaksin Covid-19. Pertanyaan tersebut akan ditanyakan nakes yang bertugas di meja dua saat penyuntikan vaksin Covid-19.

Selain itu, nakes di meja ini juga perlu menanyakan komorbiditas atau penyakit penyerta yang mungkin diderita. Sehingga alur vaksinasi pada lansia bisa jadi membutuhkan waktu yang lebih banyak.

"Prosedur pada lansia hampir sama secara umum. Perbedaannya adalah dengan skrining pengecekan yang jauh lebih panjang, yang tidak kalah penting perlu dilakukan skrining kondisi penyakit komorbid," ucapnya.

Erna juga kembali mengingatkan agar lansia yang memiliki komorbid setidaknya sudah memeriksakan kondisinya ke dokter yang merawat. Hal itu dibuktikan dengan surat keterangan layak mendapat vaksin Covid-19 dari dokter.

"Lansia diharapkan melakukan skrining komorbidnya minimal 3 hari sebelum jadwal vaksinasi agar jika ada penyakit bisa diobati dulu dan layak divaksin," ucapnya.

Lebih lanjut, Erna meminta agar pendamping atau nakes bisa memberikan pemahaman jika peserta lansia tersebut tidak diperkenankan mendapat vaksin karena kondisi fisiknya.

"Paling penting adalah pendamping untuk melakukan pemahaman pada lansia jika tidak bisa dilakukan vaksinasi saat itu," katanya.

Diketahui ada lima pertanyaan dalam skrining vaksinasi Covid-19 pada lansia. Pertanyaan tersebut meliputi:

1. Apakah ada kesulitan untuk menaiki anak tangga sebanyak 10 anak tangga?

2. Apakah mudah merasa kelelahan?

3. Apakah memiliki 5 dari 11 penyakit kronik atau komorbid?

4. Mengalami kendala untuk berjalan 100-200 meter?

5. Apakah mengalami penurunan berat badan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya?

Jika ada tiga jawaban 'ya' dari pertanyaan tersebut, maka vaksinasi Covid-19 tidak bisa dilanjutkan.

(mln/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK