Demokrat ke Kader PDIP Bahas Kemiskinan Pacitan: Tendensius

CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 20:14 WIB
Demokrat menyebut kader PDIP tendensius, dan menyayangkan bahwa hibah Museum SBY-Ani yang dibatalkan masih saja dipolitisasi. Susilo Bambang Yudhoyono. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai pernyataan anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDIP, Deni Wicaksono yang menyinggung soal kemiskinan di Pacitan sangat tendensius.

Hal itu terkait dengan rencana dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jatim untuk Museum SBY-Ani

"Apalagi mencoba membangun persepsi menghadap-hadapkan alokasi anggaran ini dengan alokasi anggaran pengentasan kemiskinan. Tentu ini tendensius, sekaligus menunjukkan kedangkalan nalar dan keterbatasan pandangan," kata Kamhar kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/2).


Kamhar menyayangkan bila rencana alokasi anggaran hibah dari Pemprov Jatim yang sudah dibatalkan tersebut masih dipolitisisasi. Pemprov Jatim sudah membatalkan alokasi dana hibah sebesar Rp9 miliar untuk pembangunan museum tersebut.

Ia menyarankan seharusnya Deni melontarkan sindiran tersebut saat awal-awal pembahasan anggaran bersama Pemprov Jatim di DPRD Jatim.

"Bukan setelah anggaran diketok dan isu ini diramaikan," kata Kamhar.

Selain itu, Kamhar turut memastikan pembangunan Museum SBY-Ani tetap berlanjut meski dana hibah dari Pemprov Jatim dibatalkan.

Ia menegaskan sebagian besar sumber pembiayaan Museum SBY berasal dari urunan para kader Partai Demokrat. Lalu, terdapat pula sumbangan dari pihak-pihak lain yang mengenal dan mendukung gagasan SBY untuk membangun museum tersebut.

"Museum ini sejak awal telah dirancang dan dipersiapkan sedemikian rupa dengan tidak memperhitungkan dana hibah baik yang bersumber dari APBD maupun APBN sebagai variabel atau faktor penentu," kata Kamhar.

Diketahui, Deni mengkritik alokasi dana Rp9 miliar untuk pembangunan museum SBY-Ani. Ia meminta agar dana itu dialihkan untuk kepentingan rakyat di bidang pendidikan, kesehatan, dan membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di Pacitan.

Menurut Deni, hal itu sangat penting mengingat rakyat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pacitan yang masih rendah, yaitu 68,39. IPM Pacitan termasuk yang terendah di wilayah Jawa Timur

"Jadi bukan ditarik ke provinsi, tapi saya akan perjuangkan dananya digunakan untuk membantu rakyat Pacitan, misalnya membantu pendidikan, kesehatan, dan pembangunan SDM secara luas," ucapnya.

Rencana alokasi dana hibah bantuan keuangan khusus (BKK) dari Pemprov Jatim ke Pemkab Pacitan sebesar Rp9 miliar untuk pembangunan Museum SBY-Ani dibatalkan setelah mendapat sorotan publik.

Hal tersebut termaktub dalam surat dari Pemprov Jatim yang ditandatangani Sekretaris Daerah Pemprov Jatim, Heru Tjahjono nomor 910/3050/201.2/2021, tentang penarikan kembali bantuan keuangan khusus Kabupaten Pacitan pada perubahan APBD Provinsi Jawa Timur tahun Anggaran 2020.

(rzr/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK