RS Haji Surabaya Bantah Pelecehan Perawat di Ruang IGD

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 17:12 WIB
Perawat dalam pengakuannya menyebut tindakan yang dilakukan kepada pasien yakni memicu kesadaran sebagai salah satu prosedur medis. Ilustrasi. Pelecehan. (Istockphoto/Markgoddard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Rumah Sakit Haji Surabaya membantah kabar dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan salah satu perawat yang berujung laporan polisi oleh pasien.

Humas RS Haji Surabaya, Djati Setyo Putro mengatakan pihaknya telah menggali keterangan perawat berinisial RK yang dilaporkan ke polisi kemarin.

"Dia [RK] sudah menyatakan tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh pasien atau pelapor itu," kata Djati kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/2).


Versi perawat, kata dia, hal itu bermula saat ada seorang pasien perempuan tiba di IGD dengan diantar menggunakan sepeda motor bersama dua orang lain, Minggu (21/2) dini hari.

Saat tiba, pasien dalam kondisi yang tak sadar dan langsung dibawa ke ruang triase di IGD. Perawatan kemudian dilakukan sesuai prosedur yakni didahalui dengan mengukur tensi, suhu badan dan detak jantung.

"Ditensi dulu suhu diukur, detak jantung juga di ukur di tangan, dihitung," ujarnya.

Namun, karena kondisi pasien tak sadarkan diri, pihak perawat yang bertugas pun melakukan tindakan pemicu kesadaran. Hal itu dilakukan dengan menempuk lengan kiri dan dilanjutkan dengan mengetuk tulang dada pasien. Semua tindakan itu, kata dia, sesuai prosedur.

"Dilakukan semacam pemicu reaksi, di tulang tengah dada, pake jari diketuk, prosedurnya seperti itu memang," ujarnya.

Usai dilakukan tindakan itu, Djati menyebut pasien ternyata masih belum sadarkan diri. Setelah dibiarkan beberapa saat, barulah yang bersangkutan siuman.

Pasien lalu dipindah ke ruang selanjutnya yang masih ada di dalam IGD. Dan saat dokter hendak memasukkan jarum untuk infus, pasien ternyata menolaknya dan meminta untuk pulang.

"Setelah menolak tindakan itu, pasien minta langsung pulang," ujarnya.

Kata Djati, saat kejadian, pasien pun tak meluapkan reaksi apapun. Perawatan dan penanganan pun berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan prosedur yang ada.

Seorang perempuan melaporkan perawat Rumah Sakit Haji Sukolilo, Surabaya, berinisial RK ke polisi, atas dugaan pelecehan seksual. Laporan tindakan asusila itu telah diterima Kepolisian Resor Kota Surabaya, dengan nomor Laporan Polisi : LP-BI172 / || /RES.1.24./2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes.

Korban menceritakan, kejadian ini dialami saat ia sedang menderita sakit lambung dan dirawat di IGD, RS Haji pada, Minggu 21 Februari 2021 dini hari.

"Pada saat itu saya sedang periksa lambung di Rumah Sakit di ruang IGD pada Minggu 21 Febuari 2021 pukul 03.00 WIB," kata korban, ditemui di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (23/2).

Dalam kondisi lemah dan setengah sadar, korban lalu mengaku ada seorang yang diduga meraba dan meremas bagian tubuhnya. Ia tak bisa melawan dan berteriak. Dengan kondisinya, ia hanya mampu melihat bahwa orang yang melakukan pelecehan kepadanya itu diduga adalah salah satu perawat, berinisial RK.

"Posisi dalam keadaan lemas. Saya mau teriak tidak bisa. Beberapa kali melakukan itu [meraba bagian tubuh]," katanya.

(frd/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK