SBY Kenang Foto Ibu Ani Dirobek dan Dibuang ke Selokan

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 21:01 WIB
SBY mengenang peristiwa saat foto-foto dirinya dan mendiang istri Ani Yudhoyono dirobek-robek dan dibuang ke selokan. SBY mengenang peristiwa saat foto-foto dirinya dan mendiang istri Ani Yudhoyono dirobek-robek dan dibuang ke selokan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang peristiwa saat foto-foto dirinya dan mendiang istri Ani Yudhoyono dirobek-robek dan dibuang ke selokan.

SBY bericerita bahwa peristiwa itu terjadi saat ia menghadiri kegiatan partai Demokrat di Pekanbaru, Riau Desember 2018 silam.

"Ratusan bendera dan baliho yang ada foto saya dan foto almarhumah Ibu Ani direbahkan, dirobek-robek dan dibuang ke selokan-selokan," kenang SBY dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/2).


SBY berkata kala itu sejumlah kader Partai Demokrat di Riau sedih sekaligus marah. Namun, ia tegas melarang mereka untuk melakukan pembalasan, meski untuk kehormatan partai.

SBY mengaku bahwa kala itu ia hanya ingin hukum dan keadilan ditegakkan. Namun, keadilan tersebut hanya menjadi harapan.

"Waktu itu, yang kami harapkan hanyalah tegaknya hukum dan keadilan. Sayang, keadilan itu hanyalah sebuah harapan," ujarnya.

Purnawirawan jenderal bintang empat itu juga mengingat saat pihaknya dituding sebagai otak di balik gelombang aksi 212 pada 2016 silam. Membantah tudingan itu, ia berani bersumpah atas nama Tuhan.

SBY mengaku menerima informasi bahwa ada pihak yang melaporkan ke Presiden Joko Widodo dirinya telah menunggangi aksi bela Islam itu. Kabar itu juga dibenarkan wakil presiden Jusuf Kalla saat itu, dan Wiranto yang menjabat menteri koordinator politik, hukum dan keamanan saat itu.

"Para kader, semuanya itu fitnah yang kejam, keterlaluan, dan 100 % tidak benar. Saya bersedia bersumpah di hadapan Allah Swt," katanya.

Halilintar di Siang Bolong

Di sisi lain, SBY menyatakan rencana kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dilakukan sejumlah pihak bagai halilintar saat siang bolong.

"Bagai halilintar di siang bolong, ada gerakan dan permufakatan jahat untuk merusak Partai Demokrat," kata SBY dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (24/2).

Presiden ke-6 RI itu mengatakan gerakan tersebut pada hakikatnya ingin mendongkel dan merebut kepemimpinan partai yang sah, kemudian menggantinya dengan orang luar yang bukan kader Demokrat. Mereka bersekongkol dengan segelintir kader dan mantan kader yang bermasalah.

"Kalau gerakan ini berhasil, karena ada yang ingin membeli partai kita dan kemudian ada fasilitatornya, partai kita bisa mengalami kegelapan," ujarnya.

SBY mengatakan meski gerakan tersebut telah berhasil diungkap, para pelaku masih melakukan pergerakan di lapangan. Menurutnya, mereka seperti sedang bermain 'kucing-kucingan'

"Saya telah mendapatkan laporan resmi dari pimpinan partai, dan juga mendapatkan informasi dari daerah,
bahwa segelintir kader dan mantan kader pelaku GPK PD itu masih bergerak di lapangan, sembunyi-sembunyi, kucing-kucingan. Berarti gerakan ini masih ada," katanya.

Lebih lanjut, mantan ketum Demokrat itu mengatakan para pelaku bahkan mengiming-imingi imbalan dan janji-janji yang menggiurkan kepada para kader yang mendukung kudeta tersebut.

"Sangat mungkin para pelaku gerakan itu menghasut dan mengadu domba antara pimpinan DPP Partai Demokrat dengan para Ketua DPD dan Ketua DPC, dengan memainkan isu bahwa dalam Musda dan Muscab mendatang mereka akan diganti, sesuatu yang tidak benar adanya," ujarnya.

(yoa/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK