Rocky Gerung Sindir Kerumunan Jokowi di NTT

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 18:32 WIB
Rocky Gerung mengatakan tindakan Jokowi dengan muncul dari sunroof mobil saat itu merupakan sebuah adegan yang dibuat dramatis namun berakibat tragis. Pengamat Politik Rocky Gerung. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat Politik Rocky Gerung menilai tindakan Presiden Jokowi melempar benda-benda dari mobil saat berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2) telah memancing warga untuk berkerumun.

Rocky mengatakan mestinya Jokowi tidak melakukan tindakan itu jika menganggap saat ini pandemi Covid-19.

"Kalau saya lihat tadi video itu, itu artinya memang presiden memancing kerumunan dengan melempar-lemparkan benda-benda dari dalam mobil yang disebut hadiah, kan itu artinya minta rakyat berkumpul, 'ni gua punya hadiah' kira kira begitu kan," kata Rocky dikutip dari akun YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (24/2).


"Kalau presiden menganggap ini pandemi, maka dia diam saja dalam mobil, sambil lambai tangan supaya ada kesempatan paspampres luruskan arah mobil supaya kerumunan gak mendekat," imbuh dia.

Rocky mengatakan tindakan Jokowi dengan muncul dari sunroof mobil saat itu merupakan sebuah adegan yang dibuat dramatis namun berakibat tragis. Hal itu, kata dia, lantaran masyarakat membandingkan dengan kerumunan yang ditimbulkan oleh Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shibab.

Diketahui, dalam peristiwa kerumunan saat pandemi, Rizieq sebelumnya ditetapkan tersangka oleh polisi. Selain itu juga dijatuhi denda Rp50 juta.

"Prinsip hukum kan mestinya equality before the law, ini yang terjadi stupidity before the law, kesamaan kedunguan di depan hukum, karena orang bandingkan langsung dengan Habib Rizieq yang juga dituduh melakukan kerumunan, tapi kemudian dihukum," ucap dia.

Lebih lanjut, ia berpendapat Jokowi seharusnya bisa saja langsung mengakui kesalahan di peristiwa itu, lalu kemudian membayar denda.

"Tanpa perlu istana kasih apology dulu, 'oke saya buat kesalahan karena itu saya akan membayar denda Rp50 juta' itu sebetulnya lebih beradab supaya kontroversi berhenti," kata dia.

Presiden Jokowi sebelumnya disambut kerumunan warga saat berkunjung ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2). Bahkan, Jokowi bagi-bagi hadiah ke kerumunan itu. Kejadian berlangsung saat Jokowi hendak meresmikan Bendungan Napun Gete. Saat rombongan kepresidenan datang, warga berebut mendekat.

"Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan. Saat rangkaian melambat, masyarakat maju ke tengah jalan. Sehingga, membuat iring-iringan berhenti," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada wartawan, Selasa (23/2).

Bey menyebut kejadian berlangsung secara spontan. Ia menilai hal itu jadi bentuk antusias warga NTT menyambut kehadiran Jokowi.

(yoa/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK