Politikus Demokrat Sebut SBY Panik Desakan KLB Kian Besar

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 16:47 WIB
Politikus senior Demokrat Tri Yulianto menilai SBY panik karena desakan KLB sehingga memberikan keterangan terkait internal partai. Politikus senior Demokrat menyebut SBY panik karena isu desakan KLB. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus senior Partai Demokrat Tri Yulianto menilai tindakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sejumlah keterangan terkait dinamika partai merupakan bentuk kepanikan.

Menurutnya, SBY panik karena desakan Konferensi Luar Biasa (KLB) dalam tubuh partai Demokrat kian menguat.

"Kepanikan SBY dalam menghadapi gelaran KLB yang sudah tidak bisa dibendung lagi," kata Tri dalam konferensi pers yang digelar di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/2).


Menurut Tri, kepanikan SBY juga tak lepas dari kepemimpinan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Dengan statement SBY pada sore itu adalah bentuk kepanikan dan bentuk leadership kepemimpinan AHY ini sangat lemah dan diragukan," terang Tri.

Tri juga mempertanyakan pernyataan SBY yang mengatakan bahwa Demokrat tidak akan dijualbelikan.

Dalam keterangannya, Rabu (24/2) kemarin, SBY menegaskan bahwa Partai Demokrat tak bisa dibeli sekalipun oleh orang kaya raya.

"Siapa yang mau jual partai ini?" kata Tri.

Sementara terkait pernyataan SBY bahwa Partai Demokrat tertutup dari orang luar, Tri meminta agar SBY bercermin ketika ia dijemput untuk bergabung.

"Kita jemput beliau untuk masuk Partai Demokrat," ungkapnya.

Di sisi lain, menurut Tri, SBY semestinya tak lagi memberikan keterangan apapun terkait situasi internal partai. Sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY dinilai tak lagi memiliki garis komando karena sudah ada jabatan ketua umum.

"Dia sebetulnya tidak punya garis komando lagi. Kenapa kemarin beliau berbicara, karena ada ketua umum," kata Tri.

Sebelumnya, SBY mengatakan bahwa terdapat sejumlah pihak yang akan membeli Partai Demokrat.

Gerakan itu disebut akan mendongkel putranya, AHY, dari pucuk pimpinan partai.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan segelintir kader partai yang bersekongkol dengan mantan kader Partai Demokrat yang bermasalah.

"Kalau gerakan ini berhasil karena ada yang ingin membeli partai kita dan kemudian ada fasilitatornya, partai kita bisa mengalami kegelapan," kata SBY.

(iam/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK