Jatim Buka Peluang Pakai Vaksin Merah Putih jika Sudah Siap

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 01:44 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Herlin Ferliana, membuka kemungkinan menggunakan vaksin Merah Putih jika sudah rampung, mengingat keterbatasan pasokan Sinovac. Ilustrasi. (iStockphoto/Vladans)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Herlin Ferliana, membuka kemungkinan pihaknya menggunakan vaksin Merah Putih jika sudah rampung, mengingat keterbatasan pasokan Sinovac.

Herlin mengatakan bahwa 350 juta orang di Indonesia yang harus mengikuti vaksinasi Covid-19, 4,5 juta di antaranya ada di Jawa Timur. Sementara itu, jumlah vaksin produksi Sinovac sangat terbatas.

"Kelihatannya pemerintah memakai beberapa merek untuk bisa mencukupi 350 juta itu tadi," ujarnya, Kamis (25/2).

Herlin kemudian mengatakan bahwa jika Vaksin Merah Putih yang kini tengah dikembangkan itu benar-benar siap, maka pihaknya bisa menggunakan produk tersebut untuk vaksinasi.

"Termasuk merah putih ini kalau sudah siap, sudah melakukan penelitian tahap ke-sekian, siap dipakai, pasti dijadikan salah satu vaksin yang akan dipakai juga," ujarnya.

Vaksin Merah-Putih merupakan vaksin yang dikembangkan oleh konsorsium riset di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).



Ada 7 lembaga yang turut mengembangkannya, masing-masing dengan platform berbeda. Dari 7 lembaga, 5 di antaranya berada di perguruan tinggi, yakni Unair, UGM, Unpad, UI, dan ITB. Dua lembaga lainnya adalah Eijkman dan LIPI.

Selain itu, Indonesia juga sedang menyiapkan vaksin Nusantara. Vaksin ini merupakan rebranding dari Vaksin Joglosemar yang digagas Universitas Diponegoro (Undip).

Mereka menggandeng PT Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) dan AIVITA Biomedical Inc asal California, Amerika Serikat. Mantan Menkes, Terawan Agus Putranto, juga terlibat dalam pengembangannya.

(frd/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK