Wali Kota Depok dkk. Resmi Dilantik, RK Ingatkan Integritas

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 12:55 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil berpesan soal integritas serta adaptasi cara kerja di tengah pandemi kepada lima kepala daerah yang dilantik hari ini. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengingatkan para kepala daerah yang dilantik hari ini mesti beradaptasi dengan Covid-19 lewat teknologi. (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) berpesan agar lima kepala daerah hasil Pilkada 2020, termasuk Wali Kota Depok Mohammad Idris, yang dilantik hari ini di Gedung Merdeka, Kota Bandung, untuk memegang teguh integritas.

Diketahui, ada lima pasangan kepala daerah di Jabar yang dilantik hari ini, pada Jumat (26/2). Mereka adalah Marwan Hamami-Iyos Somantri (Bupati-Wakil Bupati Sukabumi), Nina Agustina-Lucky Hakim (Bupati-Wakil Bupati Indramayu).

Selain itu, Jeje Wiradinata-Ujang Endin Indrawan (Bupati-Wakil Bupati Pangandaran), Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh (Bupati-Wakil Bupati Karawang), serta Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok).


"Saya titip tiga pesan saja yang selalu saya sampaikan. Pertama, benteng integritas. Saya titip godaan akan banyak dalam perjalanan bapak ibu sebagai pemimpin kuncinya adalah kuatkan selalu niat bahwa niat selaku pemimpin adalah memberikan kebermanfaatan," ujar Ridwan Kamil, dalam pelantikan tersebut.

"Karena tugas pemimpin setiap hari mengambil keputusan oleh karena itu titip jaga integritas sejarah sudah membuktikan banyak pemimpin berguguran oleh jebolnya benteng integritas," lanjut politikus yang akrab dipanggil Kang Emil itu.

Dia menambahkan pesan integritas ini juga harus disampaikan kepala daerah terpilih ke aparat kewilayahan di masing-masing daerah.

"Integritas ini juga harus jadi sistem, oleh karena itu bangun sistem integritas di daerah dalam birokrasi," ucap dia.

Emil juga berpesan agar para bupati/wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota untuk melayani masyarakat dengan ikhlas dan penuh kesabaran karena masyarakat yang beragam.

"Ada masyarakat yang paham, ada masyarakat yang susah paham. Ada masyarakat yang cepat mengerti ada masyarakat yang lambat mengerti. Diperlukan kesabaran, diperlukan rasa sayang, apapun itu mereka adalah rakyat kita," ucap Emil.

"Jadilah pemimpin yang turun tangan bukan pemimpin yang tunjuk-tunjuk tangan. Jadilah pemimpin yang memberikan solusi bukan meminta-minta atau yang membutuhkan pertolongan," tutur dia lagi.

Selain itu, Emil juga berpesan agar para kepala daerah bekerja secara profesional di masa pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan tantangan untuk menyelesaikan pandemi dibutuhkan kerja ekstra.

"Zaman kita sudah berubah, zaman kita sudah diinterupsi oleh Covid-19. Oleh karena itu kita tidak bisa lagi menggunakan logika-logika lama pasca Covid-19, beradaptasilah dengan segala teknologi agar bisa produktif tanpa menggunakan pola-pola yang lama," ujarnya.

Selain lima kepala daerah ini, Jabar masih menanti pelantikan bupati dan wakil bupati Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung yang tengah menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara, untuk pelantikan bupati dan wakil bupati Kabupaten Cianjur rencananya dilaksanakan selang satu bulan setelah pelantikan lima kepala daerah tersebut. Hal itu dikarenakan masa jabatan bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2015-2021 baru berakhir April.

Kegiatan pelantikan di Gedung Merdeka dilakukan secara langsung meski undangan yang diizinkan masuk ke lokasi pelantikan dibatasi. Sementara para undangan lain mengikuti prosesi melalui siaran langsung dari Youtube Humas Pemprov Jabar.

(hyg/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK