PR Wali Kota Gibran Melepas Bayang-bayang Jokowi di Solo

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 13:34 WIB
Pengamat menyarankan Gibran mengkonkretkan janji kampanye dan membuat warisan tersendiri yang berbeda dengan Jokowi, seperti pencapaian di sektor makro. Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai wali kota Solo. Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat politik Universitas Andalas, Asrinaldi menilai Gibran Rakabuming Raka bakal memikul beban berat usai dilantik jadi Wali Kota Solo. Sebab dia menilai, Gibran harus segera lepas dari bayang-bayang ayahnya, Presiden Joko Widodo.

Asrinaldi berpendapat Jokowi telah meninggalkan warisan yang baik di Solo. Sehingga, Gibran pun perlu pembuktian bahwa kemenangannya tak hanya menumpang pada nama besar Jokowi.

"Setelah Gibran dilantik, persoalannya bagaimana dia harus melepaskan bayang-bayang keberhasilan Pak Jokowi di Solo sebagai wali kota dulu. Gibran harus profesional dengan itu," ungkap Asrinaldi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/2).


Selain itu, Gibran juga punya beban pascapilkada. Asrinaldi menyebut putra sulung Jokowi itu masih dibayangi isu dinasti politik.

Karena itu pula menurutnya, Gibran harus ekstra kerja keras. Dia harus mampu membuktikan bahwa kursi yang ia duduki bukan berkat pemberian sang ayah.

"Dia harus tunjukkan bahwa dia bukan seperti sangkaan orang-orang bahwa dia menang karena dinasti politik. Dia harus bisa buktikan itu," ujar dia.

Asrinaldi pun menyebut Gibran hanya bisa lulus ujian ini jika mampu menjalankan seluruh janji kampanye. Gibran juga perlu membuat warisan sendiri yang bisa membedakannya dari Jokowi.

Dia mencontohkan Gibran perlu meningkatkan pencapaian di sektor makro. Misalnya, penurunan angka kemiskinan, peningkatan tingkat akuntanbilitas layanan publik, hingga opini pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Dia harus pandai melepaskan diri kalau dia ingin dianggap sebagai kader bangsa dan tokoh yang memang siap memimpin Solo," saran dia lagi.

Gibran resmi dilantik sebagai Wali Kota Solo periode 2021-2024 pada Jumat (26/2) hari ini. Ia didampingi Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa dalam menjalankan kepemimpinan.

Gibran memimpin Solo usai menang di Pilkada Serentak 2020. Ia mengalahkan pasangan dari jalur perseorangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo).

Gibran-Teguh, yang diusung mayoritas partai politik pemilik kursi di DPRD Solo itu meraih suara 225.451 atau 86,54 persen unggul telak atas lawannya, Bajo yang hanya mendapatkan 35.055 atau 14,46 persen suara.

Usai pelantikannya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gibran menjanjikan bakal memegang amanah para pemilihnya.

"Alhamdulillah pelantikan hari ini berjalan dengan lancar. Jabatan ini merupakan amanah dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat kota solo," kata Gibran.

Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya.Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya. (CNN Indonesia/Timothy Loen)

(dhf/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK