Jabar Urutan Teratas Penambahan Kasus Positif Covid Harian

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 17:50 WIB
Kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Barat bertambah 2.314 pada Selasa (16/2). Jawa Barat menempati urutan teratas penyumbang paling banyak. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jawa Barat menempati urutan teratas penyumbang paling banyak dalam jumlah penambahan kasus positif hari ini.

Kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Barat bertambah 2.314 pada Selasa (26/2). Dengan demikian akumulasi kasus mencapai 209.566 orang di Jawa Barat. Sementara Kasus sembuh di Jawa Barat bertambah 868 kasus. Sehingga secara keseluruhan ada 170.864 orang dinyatakan sembuh. Sementara itu ada tujuh kasus kematian di Jawa Barat. Total orang meninggal karena Covid-19 menjadi 2.304.

Sementara di urutan kedua, penambahan kasus positif terbanyak ada di DKI Jakarta mencapai 1.661. Total akumulasi kasusnya yaitu sebanyak 335.900. Kasus sembuh di DKI bertambah 1.785 menjadikan total keseluruhan sembuh mencapai 321.033.

Namun, penambahan kasus kematian di DKI Jakarta lebih besar daripada Jabar yaitu 42 dinyatakan meninggal. Sehingga total kematian di DKI Jakarta mencapai 5.408

Di urutan ketiga ada Jawa Tengah dengan penambahan kasus harian yaitu 653 positif Covid-19. Sehingga total keseluruhan Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 152.071.


Penambahan pasien yang dinyatakan sembuh Covid-19 di Jateng yaitu 1.119. Dengan demikian total yang sembuh mencapai 97.841.

Untuk terus menekan laju penyebaran Covid-19 pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jawa Bali. Kebijakan tersebut berlaku mulai 23 Februari hingga 8 Maret mendatang.

Kebijakan tersebut adalah lanjutan dari pemberlakuan PPKM Mikro Jawa-Bali yang diterapkan 9-21 Februari lalu. Pemerintah menganggap PPKM Mikro membuahkan statistik positif, yakni peningkatan kasus positif virus corona cenderung menurun di tujuh provinsi di Jawa-Bali.

Kematian Tinggi

Angka positivity rate atau rasio positif harian Covid-19 melandai dalam sepekan terakhir usai menyentuh rekor di angka 40,1 persen pada 18 Februari.

Berdasarkan data harian Tim Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19, rasio positif harian terutama melandai di tiga hari terakhir mulai 23-25 Februari hingga 14,3 persen.

Sementara jika dirinci dalam sepakan terakhir mulai 20 Februari, angkanya masing-masing 25,0 persen, 24,9 persen, 23,5 persen, 17,5 persen, 14,3 persen, dan 16,9 persen pada Kamis (25/2).

Positivity rate merupakan persentase perhitungan dari penambahan kasus positif Covid-19 dibagi jumlah orang yang diperiksa kemudian dikali 100 persen.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyoroti lonjakan angka kematian, di tengah tren penurunan rasio positif harian. Menurut dia, pemerintah telah gagal mendeteksi kasus positif. Ia khawatir lonjakan kasus kematian menandakan pemerintah gagal mendeteksi kasus secara benar.

Berdasarkan data harian Tim Satgas, tren penambahan kasus kematian meningkat dalam empat hari terakhir hingga mencapai 323 setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh angka 173 kasus. Jika dirinci mulai 21 Februari, trennya yakni, 173 kasus, 202, 323, 240, dan 264 kasus kematian.

"Kemudian lihat angka kematian yang masih tiga digit. Trennya juga masih tinggi. Itu menandakan kita kebobolan dalam mendeteksi kasus," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/2).

Selain angka kematian, Dicky khawatir bahwa penurunan rasio positif harian disinyalir karena jumlah test tak meningkat dalam kurun yang lama. Kata dia, kondisi itu menyebabkan akumulasi kasus positif tak terdeteksi sebetulnya bisa menyentuh angka jutaan.

"Kalau per hari gapnya itu 100 ribuan yang nggak dites, kita bisa bayangkan berapa bulan, gap-nya sudah banyak. Bisa jutaan," kata dia.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito belum merespons terkait penurunan rasio positif harian Covid-19 tersebut.

(yla,thr/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK