Pompa Bergiliran, Banjir di Pantura Semarang Masih 70 Cm

CNN Indonesia | Sabtu, 27/02/2021 16:45 WIB
Jalan Raya Kaligawe, Genuk, Semarang, yang merupakan jalur Pantura, masih tergenang banjir akibat pompa yang mesti dipakai bergiliran. Banjir di Jalan Kaligawe - Genuk, Semarang, saat ini masih belum juga surut. (Foto: CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Semarang, CNN Indonesia --

Banjir di ruas jalan Pantura, di Jalan Raya Kaligawe, Genuk, Semarang, masih bertahan meski intensitas hujan telah menurun. Jumlah pompa air yang terbatas disebut menghambat surutnya genangan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang AKBP Sigit menyebut genangan banjir di Jalan Kaligawe masih setinggi 70 Centimeter usai merendam kawasan itu sejak Jumat (26/2).

Pihaknya pun mengalihkan arus sepeda motor dan mobil dari Demak ke Semarang dan sebaliknya ke jalur alternatif Jalan Wolter Monginsidi Bangetayu, Semarang.


"Kita pantau, sampai saat ini genangan banjir masih setinggi 50 sampai 70 Centimeter. Kalau sepeda motor nekad menerobos pasti mogok tengah jalan dan mobil kecil juga beresiko. Jadi kita terus himbau agar lewat jalur alternatif Bangetayu," ujar dia, saat memantau banjir di lokasi, Sabtu (27/2).

Berdasarkan pantauan, hanya truk besar jenis tronton dan trailer serta truk tanki pengangkut BBM yang diperbolehkan melintas di Kaligawe.

Beberapa warga ada yang memilih nekad menerobos genangan banjir di Jalan Kaligawe dengan berjalan kaki. Seorang lansia, bahkan akhirnya harus dievakuasi dengan digendong Petugas karena kelelahan berjalan kaki menerobos banjir.

"Sejumlah personil kita terjunkan di genangan banjir untuk membantu warga yang mencoba nekad menerobos banjir", lanjut Sigit.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, yang baru kemarin dilantik, pun meninjau lokasi. Ia menyebut banjir belum juga surut akibat sistem pompa yang tidak bekerja maksimal ditambah drainase yang kurang besar.

"Pompanya memang tidak bisa bekerja maksimal karena harus bergiliran. Satu-satunya solusi harus ditambah jumlah pompa dan dibesarkan drainase sekundernya. Ini terus kita evaluasi, karena juga ada tambahan dari rob di daerah pesisir masuk ke jalan raya dan pemukiman", kata Hendrar, saat sidak di kawasan Kaligawe dan Genuk, Sabtu (27/2).

Jalan dan pemukiman warga di daerah Kaligawe menjadi langganan banjir selama beberapa tahun. Meski berhasil ditanggulangi di tahun 2019 dan 2020, banjir kembali merendam kawasan ini saat hujan deras mengguyur Kota Semarang selama hampir 12 jam pada 5 Februari hingga 6 Februari 2021.

(dmr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK