KSP Tak Menyangka Nurdin Abdullah Terjerat Korupsi Proyek

CNN Indonesia | Minggu, 28/02/2021 15:57 WIB
Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) mengaku kaget saat mengetahui penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap KPK. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) mengaku kaget saat mengetahui penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Nurdin pun telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek infrastruktur Pemprov Sulsel.

"Kita tentu kaget dengan hal tersebut apalagi Gubernur Nurdin Abdullah dikenal sebagai Gubernur yang kreatif dan inovatif. Tanpa perlu berspekulasi, kita menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk melakukan proses hukum seadil-adilnya," ujar Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V KSP, melalui pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (28/2).

Pada Jumat (26/2) malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Nurdin. Kemudian pada Sabtu (27/2), Nurdin tiba di Gedung Merah Putih KPK dengan iring-iringan 7 buah mobil.


Selain Nurdin, KPK juga menggiring tiga orang lainnya ke dalam kantor. Menurut juru bicara KPK, Ali Fikri, mereka yang ditangkap masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu Jaleswari mengatakan pemerintah ingin memastikan tidak akan pernah berhenti menciptakan atmosfer pencegahan dan penindakan korupsi secara konsisten. Dia berkata pihaknya akan terus memperkuat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) demi pencegahan korupsi yang efektif dengan melibatkan seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

"Penguatan pencegahan ini sangat penting agar pengelolaan pemerintahan dilakukan secara transparan dan akuntabel sehingga kalau ada penyimpangan-penyimpangan akan segera diketahui," imbuhnya.

Dia menambahkan kini Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia sedang menurun. Pada 2020, Indonesia memperoleh IPK 37, padahal sebelumnya berada di angka 40 pada 2019. Namun, lanjutnya, angka ini harus menjadi cambuk untuk lebih serius mencegah dan menindak korupsi.

"Kita tidak boleh berhenti sedetikpun untuk melakukan upaya tersebut. Jangan pernah melakukan toleransi pada korupsi,"katanya.

(els/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK