Mahfud MD Puji Kinerja KPK Usai Tangkap Nurdin Abdullah

CNN Indonesia | Minggu, 28/02/2021 12:50 WIB
Mahfud menyebut 'taring' KPK akan terlihat sendiri kala lembaga itu fokus pada kinerja dan temuan-temuan kasus korupsi. Menko Polhukam Mahfud MD meminta KPK terus bekerja dan tak peduli dengan opini yang menyebut lembaga antirasuah itu dilemahkan. (Dok. Humas Polhukam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menghiraukan opini para pihak yang menilai lembaga antirasuah telah dilemahkan.

Mahfud menyebut 'taring' KPK akan terlihat sendiri kala lembaga itu fokus pada kinerja dan temuan-temuan kasus korupsi. Masyarakat, kata dia, yang akan memberikan penilaian terhadap kinerja KPK.

"KPK jangan diombang-ambingkan oleh opini. Mau dinilai lebih baik atau lebih jelek tak perlu dijawab. Biar masyarakat berbicara dengan fakta dan data," kata Mahfud melalui akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, Minggu (28/2).


Mahfud mengklaim KPK masih tetap eksis dan kuat sebab saat ini memiliki Dewan Pengawas yang kredibel. Selain itu, KPK dibekali kewenangan untuk melakukan supervisi, termasuk mengambil alih kasus dari Kejaksaan dan Polri.

"Upaya untuk lemahkan KPK selalu terjadi tiap periode tapi KPK tetap tegar. Karena sistem dan mekanisme KPK kuat," ujarnya.

Sebelumnya, KPK menangkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (27/2) dini hari. Nurdin lantas ditetapkan sebagai tersangka suap proyek infrastruktur di Sulsel.

Selain Nurdin KPK juga menetapkan dua orang tersangka lain, Sekretaris Dinas PUPR Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto.

Nurdin diduga menerima Rp2 miliar dari Agung melalui Edy. Uang tersebut diberikan agar Agung kembali mendapatkan proyek infrastruktur pada tahun ini. Nurdin juga diduga menerima Rp3,4 miliar terkait proyek yang lain.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK