Komnas soal Pelanggaran HAM, Kejagung Harus Dengarkan Korban

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 05:18 WIB
Ketua Komnas HAM mengaku selalu mengingatkan kepada Kejagung agar senantiasa mendengarkan korban dan/atau keluarga korban dalam penyelesaian kasus HAM. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengatakan dalam menyelesaikan dugaan pelanggaran kejahatan atau pelanggaran HAM seyogyanya harus mendengarkan suara korban atau keluarga korban.

Itu pula yang senantiasa diingatkan lembaganya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memiliki peranan penting dalam penyelesaian kasus HAM di masa lalu.

"Yang paling utama dengarkan suara korban dan keluarga korban, mereka pihak yang paling berkepentingan terhadap proses keadilan," kata Damanik dalam diskusi Merawat Ingatan Menjemput Keadilan yang digelar secara daring, Senin (1/3).


Menurut Damanik, semua pihak penegak hukum harus dengan sungguh-sungguh menyelami perasaan dan apa yang diinginkan pihak korban.

"Kita harus selesaikan dengan sangat penuh perhatian, terutama saya katakan tetap penting untuk dengarkan suara dan aspirasi keluarga korban," kata dia.

Damanik menerangkan saat ini bukan hanya semua elemen bangsa Indonesia saja yang menunggu penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu di negeri ini.

"Itu ditunggu banyak pihak penyelesaiannya. Baik korban dan keluarga, publik nasional kita maupun publik internasional," kata Damanik.

Damanik menceritakan salah satunya pertanyaan dari publik internasional itu selalu mencuat kala dirinya menghadiri sebuah diskusi kelompok terfokus (focus grup discussion/FGD) berkaitan dengan kasus-kasus dan penyelesaian persoalan HAM yang digelar Kemenko Polhukam maupun Kemenlu RI.

"Pertanyaan kapan Indonesia bisa selesaikan dengan penuh martabat, apakah melalui satu pendekatan yang kita kenal pendekatan yudisial, maupun nonyudisial atau pendekatan gabungan atau yang lain yang sangat mungkin dilakukan oleh kita sebagai satu bangsa," kata dia.

(tst/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK