Demokrat Bali Tolak KLB Digelar di Pulau Dewata

rzr, CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 15:02 WIB
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta menegaskan kepengurusannya menolak penyelenggaraan 'KLB ilegal' Partai Demokrat di Bali. Ilustrasi Partai Demokrat. (Dok. Partai Demokrat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta menolak bila gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengkudeta pucuk pimpinan Partai Demokrat nantinya digelar di Pulau Bali.

Hal itu ia katakan untuk merespons adanya hembusan isu yang mengatakan bila KLB Demokrat tersebut akan digelar di Bali.

"Menolak dengan tegas digelarnya KLB ilegal tersebut di Bali," kata Mudarta dalam keterangannya, Senin (1/3).


Mudarta menegaskan pihaknya mendukung penuh kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang resmi. Ia menilai rencana kegiatan KLB di Bali sudah dipastikan Ilegal.

Ia memastikan KLB tersebut tidak akan memenuhi syarat kepemilikan suara sah berdasarkan ketentuan penyelenggaraan KLB yang sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat.

"Mengimbau agar pemerintah daerah, kepolisian serta pihak berwenang lainnya tidak memberikan izin kegiatan KLB ilegal tersebut," kata dia.

Mudarta menegaskan pihaknya akan bergerak untuk menegakkan Swadarma kepada Partai Demokrat bila tetap memaksakan menggelar KLB di Bali.

"Mari bersama kita jaga kesucian dan kedamaian Pulau Bali dari perbuatan yang bertentangan dengan Darma," kata dia.

Senada, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara turut mengingatkan kepada oknum yang mengatasnamakan Demokrat untuk tidak menggelar KLB di wilayah Jawa Barat. Bila dilakukan, ia tak segan-segan akan membubarkannya.

"Jangan coba-coba mengadakan KLB di wilayah Jawa Barat, jangan coba-coba merusak Partai Demokrat apalagi mengadakan sesuatu di wilayah Jawa Barat. Kami siap mendatangi anda, kami siap berdiskusi, kami siap lebih dari itu jika anda melakukan hal ini di tanah Jawa Barat," kata Irfan dalam keterangan resminya.

Irfan mengingatkan kepada oknum mantan kader Demokrat yang telah ke luar dari Partai Demokrat untuk fokus di partainya masing-masing. Ia meminta agar tidak menggangu Partai Demokrat.

"kami tidak mau 1300 kader kami tidak bisa men-caleg karena anda, kami tidak mau 20-40 kader kami tidak bisa ikut Pilkada nanti, kami tidak mau aspirasi rakyat Jawa Barat tidak bisa disalurkan melalui Partai Demokrat," kata dia.

Partai Demokrat kini tengah dirundung prahara terkait isu kudeta terhadap pucuk pimpinannya saat ini.

Beberapa eks kader Demokrat mendukung agar segera digelar KLB. Salah satunya datang dari eks kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun yang mendukung wacana tersebut. Ia menilai KLB menjadi solusi konstitusional mengembalikan Demokrat menjadi partai demokratis, terbuka, dan modern.

"KLB solusi konstitusional untuk mengembalikan Partai Demokrat sebagai partai yang demokratis, terbuka, dan modern," kata Jhoni.

(ugo/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK