Setahun Pandemi, Indonesia Hanya Tes Covid 2,67 Persen Warga

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 08:36 WIB
Selama satu tahun pandemi virus corona, tes Covid-19 yang dilakukan di Indonesia jauh dari standar yang ditetapkan WHO. Selama satu tahun pandemi virus corona, test Covid-19 yang dilakukan di Indonesia jauh dari standar yang ditetapkan WHO. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama satu tahun pandemi virus corona, tes Covid-19 yang dilakukan di Indonesia jauh dari standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

WHO telah menetapkan standar pemeriksaan 1:1.000 penduduk per pekan. Dengan data populasi Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa, sewajarnya sekitar 270 ribu orang diperiksa per pekan.

Terhitung sejak kasus pertama 2 Maret 2020 hingga 1 Maret 2021, jumlah testing yang dilakukan pemerintah Indonesia berada pada angka 7.213.192 orang dengan total 10.834.875 spesimen. Itu artinya hanya 2,67 dari 270,2 juta penduduk Indonesia yang diperiksa.


Padahal bila mengikuti standar WHO, genap setahun pandemi ini seharusnya jumlah kumulatif tes Covid-19 berada di 12.960.000 orang yang diperiksa atau sekitar 4,8 persen penduduk, itu pun dikatakan ambang batas alias alokasi pemeriksaan terkecil.

Adapun bila dirinci soal jumlah tes kumulatif, dapat dilihat sepanjang 2020 pemerintah melakukan tes terhadap 4.912.745 orang, sementara sisanya yakni 2.300.447 orang dilakukan sejak awal 2021.

Data harian yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per Senin (1/3) memperlihatkan sebanyak 1.341.314 warga Indonesia positif terinfeksi Covid-19. Sehingga dapat dikatakan sebanyak 0,49 persen dari 270,2 juta warga Indonesia terpapar Covid-19.

Dari jumlah itu, 1.151.915 orang dinyatakan telah pulih, 153.074 orang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri, sementara 36.325 orang meninggal dunia.

Sebaran Kasus Per Wilayah

Sebaran kasus Covid-19 di Indonesia kerap didominasi oleh sumbangan kasus dari provinsi di Jawa. Menilik data Satgas Covid-19, genap setahun pandemi ini tiga provinsi di Jawa menjadi lima wilayah teratas penyumbang kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Tercatat secara kumulatif DKI Jakarta menyumbang 341.793 kasus Covid-19. Disusul Jawa Barat 212.874 kasus, dan Jawa Tengah 153.685 kasus. Sementara tiga provinsi kasus terbawah yakni Gorontalo dengan 4.798 kasus kumulatif, kemudian Kalimantan Barat 4.640 kasus, dan paling sedikit Maluku Utara dengan 3.987 kasus positif Covid-19.

Sementara tiga provinsi penyumbang kasus sembuh terbanyak yakni DKI Jakarta dengan 326.436 kasus, Jawa Barat 173.741 kasus, dan Jawa Timur dengan 117.165 kasus sembuh kumulatif. Sedangkan tiga provinsi penyumbang kasus sembuh terbawah yakni Kalimantan Barat dengan 4.187 kasus, Sulawesi Barat 3.939 kasus, dan Maluku dengan 3.391 kasus sembuh.

Adapun untuk kasus kematian, Jawa Timur menduduki urutan teratas dengan 9.147 kasus kematian secara kumulatif. Disusul Jawa Tengah 6.689 kasus, dan DKI Jakarta dengan 5.540 kasus kematian. Untuk provinsi penyumbang kasus kematian terbawah yakni Sulawesi Barat dengan 104 kasus, Jambi dengan 83 kasus, dan Kalimantan Barat dengan 33 kasus kematian warga akibat terinfeksi virus corona.

(khr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK