Andi Arief Ragu Jokowi Tak Tahu Soal Polemik Kudeta Demokrat

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 04:24 WIB
Pengurus DPP Demokrat Andi Arief mengaku ragu Presiden Jokowi tidak mengetahui ihwal dugaan rencana kudeta kepemimpinan AHY dari partainya. Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief. (Dok.Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengurus DPP Demokrat Andi Arief mengaku ragu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengetahui ihwal dugaan rencana kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Terus terang kader Demokrat dan kami yakin sebagian rakyat masih tidak percaya Pak Jokowi tidak mengetahui/tidak terlibat pengambilalihan Pimpinan Partai Demokrat," kata Andi Arief kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).

Isu kudeta Partai Demokrat sudah bergulir setidaknya hampir satu bulan terakhir.


Nama Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko disebut sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam upaya kudeta kepemimpinan putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dari Partai Demokrat. Moeldoko sendiri sudah membantah tudingan tersebut. Ia juga meminta pihak DPP Partai Demokrat menyeret Jokowi dalam polemik ini.

Dalam cuitannya di Twitter lewat akun @Andiarief_, ia juga menyatakan bahwa dirinya percaya Jokowi sudah menegur Moeldoko mengenai polemik kudeta Partai Demokrat. Namun, teguran itu bukan berarti tindakan Moeldoko bertentangan dari dengan demokrasi.

'Soal pengambil paksa Demokrat kami percaya Pak Jokowi sudah menegur Pak Moeldoko. Cuma apakah tegurannya karena bertentangan dengan demokrasi atau karena gagal,' demikian kicauan Andi via akun Twitter-nya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakini langkah-langkah Moeldoko terkait upaya kudeta terhadap AHY di luar pengetahuan Jokowi. Menurut dia, Jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu.

"Secara pribadi, saya sangat yakin bahwa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi," kata SBY dalam video yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (24/2).

Selain itu, AHY yang mengirim langsung surat kepada Jokowi untuk mengklarifikasi 'kiprah' Moeldoko terhadap Demokrat itu juga mengatakan Sang Presiden tak tahu ihwal keterlibatan pembantunya tersebut.

"Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa bapak presiden tidak tahu menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader," kata AHY dalam keterangan tertulis kepada seluruh kadernya, Rabu (17/2).

GPK-PD yang dimaksud AHY yakni Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat. Menurut AHY, upaya kudeta GPK-PD adalah masalah eksternal, karena ada sosok yang ingin dimajukan menjadi calon presiden di 2024.

Di sisi lain, AHY mengatakan, hubungan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Jokowi pun baik-baik saja. Namun demikian, ada pihak yang memiliki maksud buruk terhadap keduanya.

"Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik. Tapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," kata AHY kala itu.

(dmi/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK