Marzuki Alie Hingga Ibas Disebut Masuk Bursa KLB Demokrat

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 19:53 WIB
Nama Marzuki Alie hingga Ibas masuk bursa KLB Demokrat yang rencananya digelar Maret 2021. Pihak Demokrat menyebut KLB itu tak sah. Nama Ibas disebut masuk bursa KLB Demokrat bersama Marzuki Alie dan Moeldoko. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun membeberkan terdapat nama Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), hingga Kepala Staf Presiden Moeldoko masuk bursa calon ketua umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang rencananya digelar Maret 2021.

"Siapa saja. Kalau memang beliau [Moeldoko] bersedia. Kenapa tidak? Ada juga Marzuki Alie. Kenapa tidak? Ada Pak Mubarok. Bahkan dari organisasi sayap, dimunculkan Edhie Baskoro Yudyohono. Bila Ibas ga bersedia, tak mengapa," kata Jhoni dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Senin (1/3).

Jhoni menilai siapapun bisa berpeluang mengisi kursi ketua umum Partai Demokrat selama mampu berkontribusi untuk bangsa dan menjaga kebesaran nama partai.


Bahkan, ia menilai Ibas lebih cocok untuk menjabat sebagai Ketum Demokrat ketimbang kakaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kini masih berstatus sebagai Ketum Demokrat. Ia menilai Ibas lebih berpengalaman dalam mengurus partai ketimbang AHY.

Diketahui, Ibas sempat menegaskan dukungannya terhadap AHY di pucuk pimpinan Demokrat. Lewat akun Twitternya @Edhie_Baskoro, Ibas menyatakan bahwa Partai Demokrat kompak melawan gerakan kudeta.

"Dia kan lebih duluan. Lebih langgeng. Dia di Partai Demokrat lebih jelas. Udah pernah jadi pengurus ketimbang kakaknya. Daripada kakaknya yang kemarin gagal jadi gubernur DKI," kata dia.

Lebih lanjut, Jhoni menegaskan bahwa pelaksanaan KLB Partai Demokrat bukan gerakan pengambilan kekuasaan. Menurutnya, KLB muncul karena kekecewaan para pengurus daerah terhadap kepemimpinan Demokrat saat ini.

Ia menyinggung pengurus daerah banyak yang kecewa terhadap pelaksanaan Kongres V Partai Demokrat yang digelar Maret 2020. Kongres tersebut mengukuhkan AHY sebagai Ketum Demokrat menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kalau enggak mampu jadi ketum, kenapa dia enggak turun gunung? Bagaimana bisa turun gunung, dia naik gunung aja enggak pernah mendaki. Kok jadi SBY yang jadi turun gunung. Ini akan diuji oleh KLB dan itu sah," kata dia.

Selain itu, Jhoni mengklaim rencana untuk KLB sudah disampaikan kepada SBY. Ia menilai Demokrat merupakan rumah bersama, bukan rumah segelintir orang.

"Tetap kita hormati SBY. Kita harus jaga ini rumah bersama. Bukan rumah dinasti. Perbedaan pendapat ada forumnya. Forumnya KLB," kata dia.

Terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan rencana KLB yang akan digelar oleh pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK- PD) tak akan sah. Sebab, KLB harus disetujui oleh SBY dan AHY.

"Ilegal karena kalau ada KLB, pasti yang hadir bukan pemilik suara sah. Alias KLB bodong ini namanya," kata Herzaky.

(rzr/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK