Jokowi Akan Kembangkan PPKM Mikro ke Provinsi Luar Jawa

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 20:40 WIB
Presiden Jokowi mengaku akan menerapkan PPKM Mikro di luar daerah Jawa-Bali yang memiliki kasus aktif Covid-19 tinggi. Presiden Joko Widodo akan mengembangkan PPKM mikro di provinsi di luar Jawa dengan kasus tinggi. (Lukas - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku berencana memperluas penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di luar wilayah Jawa-Bali, terutama di daerah yang memiliki kasus aktif Covid-19 tinggi.

"PPKM skala mikro akan dikembangkan di provinsi luar Jawa yang memiliki kasus aktif yang banyak," kata Jokowi saat menyampaikan keterangan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3).

Dia mengatakan penerapan PPKM skala mikro ini terbukti bisa menekan laju penularan covid-19 yang sebelumnya terus mengalami peningkatan. Tak hanya itu, PPKM skala mikro juga menurutnya semakin memperlancar komunikasi antar wilayah.


"Gotong royong antardesa dan kelurahan terus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19," katanya.

Menurut Jokowi, selama PPKM mikro penambahan kasus mingguan terus mengalami penurunan. Ia menyebut kasus Covid-19 di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali terlihat tren penurunannya.

"Kita harap terus tetap kerja keras agar tren laju penurunan ini bisa turun, turun dan terus turun. Penurunan penambahan jumlah kasus positif satu minggu ini terus menurun," ujarnya.

Pemerintah telah memperpanjang PPKM Mikro di Pulau Jawa-Bali. Dengan demikian, PPKM Mikro kembali berlaku 23 Februari hingga 8 Maret mendatang untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, PPKM mikro pertama yang diterapkan 9-21 Februari tampak membuahkan statistik positif, yakni peningkatan kasus positif virus corona (Covid-19) cenderung menurun di tujuh provinsi di Jawa-Bali.

Begitu pula dengan kasus kematian. Tujuh provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, dan Bali.

Namun, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia masih fluktuatif. Dapat dilihat setelah penambahan kasus tertinggi pada 30 Januari lalu, penambahan kasus masih konsisten di atas 10 ribu hingga 7 Februari.

Kemudian 8-15 Februari penambahan kasus rata-rata berada 8.200 kasus. Sepanjang 23 Februari-3 Maret, rata-rata penambahan kasus sebesar 7.222 kasus per hari.

Meskipun demikian, jumlah orang yang diperiksa dalam sepekan terakhir turun naik. Pada 25 Februari tercatat jumlah orang yang diperiksa sebanyak 50.019 orang, kemudian 26 Februari 39.766 orang, 27 Februari 31.394 orang, 28 Februari 21.229 orang, 1 Maret 18.940 orang, 2 Maret 29.990 orang, dan 3 Maret 47.582 orang.

(dhf/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK