Satgas IDI Duga Kasus Corona B117 di Indonesia Sudah Banyak

CNN Indonesia | Jumat, 12/03/2021 13:33 WIB
Satgas IDI menduga orang yang terpapar virus corona B117 sudah lebih dari enam orang sebagaimana yang baru diumumkan pemerintah. IDI menduga kasus positif virus corona B117 sudah lebih dari 6 orang. Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menduga orang yang terpapar mutasi virus corona varian B117 sudah lebih dari enam orang seperti yang baru dilaporkan oleh pemerintah.

Zubairi mengatakan teknik pencarian strain virus dengan metode Whole Genome Sequence (WGS) untuk mendeteksi varian tersebut dilakukan secara acak. Artinya, setiap temuan kasus positif covid-19 individu lewat tes swab tak langsung kemudian juga ikut diperiksa menggunakan WGS.

"Jadi memang menurut dugaan saya, sudah menyebar dari lebih dari yang dilaporkan," kata Zubairi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (12/3).


Dengan kondisi itu, Zubairi meminta pemerintah lebih memperketat pintu kedatangan dari luar negeri. Selain itu, pemerintah juga diminta menerapkan pembatasan lebih ketat dalam menerapkan pembatasan masyarakat.

"Contohnya adalah pemerintah selalu menyampaikan jaga jarak, namun kenyatannya misalnya sekarang ini pada jam sibuk KRL masih penuh, bis umum yang berdiri tak jaga jarak juga," ujarnya.

Zubairi berharap varian B117 tak membawa banyak peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia. Ia lantas menyoroti pelandaian kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia dalam dua pekan terakhir.

Kasus Covid-19 harian dalam dua minggu terakhir berada di bawah tujuh ribu. Bahkan, tercatat, Kamis (11/3), tambahan kasus positif Covid-19 berada di titik terendah, yakni 5.144 kasus.

"Jumlah kasus baru saat ini di bawah 9 ribu, semoga berarti bahwa virus yang lama kombinasi B117 jumlahnya tidak menyebabkan angka meningkat drastis," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono memperkirakan virus corona B117 telah menyebar di Indonesia sejak tahun 2020 lalu. Virus asal Inggris itu diketahui memiliki karakteristik yang mudah menyebar.

Pandu sangsi varian virus corona itu baru menyebar tahun ini. Menurutnya, pemerintah pada tahun lalu masih kurang masif dan serius melakukan teknik pencarian strain virus dengan metode WGS.

"Varian B117 itu saya pikir sudah ada sejak setahun lalu dan saat ini sudah menyebar. Yang dilaporkan pemerintah itu kan hanya yang ditemukan, yang belum ditemukan tentu masih banyak," kata Pandu.

Enam kasus virusu corona B117 ditemukan di beberapa daerah Indonesia. Satgas Covid-19 menyebut sebanyak tiga kasus di DKI Jakarta dan masing-masing satu kasus di Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, serta Sumatera Selatan.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan enam kasus corona B117 itu antara lain ditemukan di Karawang sebanyak dua kasus dan masing-masing satu kasus di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, serta Sumatera Utara.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK