Kesaksian Penjaga Warkop Cipete: Anies Pesan Mi Goreng Dobel
CNN Indonesia
Selasa, 16 Mar 2021 06:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi warung kopi atau warkop di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan. (Tangkapan layar facebook Anies Baswedan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penjaga Warkop Parahyangan, Cahyadi, mengaku tak tahu bakal kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di warung kopinya yang berada di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (14/3).
Bahkan setelah Anies duduk meminta pesanan, Cahyadi tak mengenal dia gubernur Jakarta.
Cahyadi melayani Anies seperti menerima pelanggan seperti biasa. Umumnya Cahyadi menyapa pelanggan dengan sapaan sok akrab seperti 'Om' atau 'Bos'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Menyapanya] Om. Soalnya kan belum tahu," kata pemuda yang mengaku lebih kerap disapa Cimay itu kepada CNNIndonesia.com di warkopnya, Senin (15/3) sore.
Cimay mengatakan Anies datang bersama anak-anaknya. Anies juga, kata dia, terlihat didampingi empat staf yang belakangan Cimay duga itu sebagai ajudan Gubernur DKI tersebut.
Mulanya, Cimay heran kenapa banyak orang membawa kamera di warungnya. Sesaat kemudian, Anies datang bersama rombongannya.
Cimay baru mengetahui bahwa orang yang mampir di Warkopnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika hendak mengantar pesanan mi instan.
"Bisa tahu gara-gara abis nganter Indomie keluar, terus kata tukang parkir, Pak Anies itu ada di Warkop ya? Ya itu, dari situ baru tahu," kenang Cimay.
Cimay menceritakan saat itu Anies memesan empat mi instan yakni satu rasa kari, satu rasa ayam spesial, dan dua mi goreng. Sementara ajudannya memesan bubur kacang ijo.
"Pak Anies makan yang goreng. Pake telor, pake cabe. Pedes," kata Cimay.
Saat itu, Cimay mengaku Anies tidak berkomentar apakah hidangannya enak atau tidak. Namun, setelah hidangan pertama dilahap, Sang Gubernur langsung memesan porsi kedua.
"Pas pertama makan langsung minta nambah lagi. 'Bikinin satu lagi ya'," kata Cimay menirukan Anies.
Cimay menerangkan hari itu adalah kali pertama pemimpin DKI itu mampir ke warungnya. Setelah kedatangan Gubernur, pengunjungnya bertambah dan mereka kerap menanyakan kedatangan Anies.
"Alhamdulillah ada aja. Ada aja yang nanya-nanya gitu," ujar Cimay.
Penjaga Warung Kopi (Warkop) Parahyangan di Jalan Cipete Raya, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan yang dikunjungi Gubernur Anies Baswedan sedang melayani pelangganya, Senin (15/3/2021) sore. (CNNIndonesia/Syakirun Niam)
Dalam kesempatan langka itu, Cimay mengaku bahwa Anies sempat bercerita tentang asal dirinya. Ia lalu menjawab Kuningan--salah satu kabupaten di Jawa Barat. Sontak, sambung Cimay, Anies segera menceritakan bahwa kakeknya berasal dari Kuningan.
Selain itu, Anies tidak menanyakan apapun, baik terkait pendapatan warkop yang menurun maupun pandemi.
Setelah makan, kata Cimay, Anies sempat ngobrol dengan pengunjung lain di Warkop tersebut.
"Habis itu udah langsung bayar, foto bareng dulu di sini," terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan mengunggah foto kunjungannya bersama ketiga anaknya ke salah satu Warkop di Jalan Cipete Raya, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (14/3).
"Tadi siang mampir ke sebuah warung kopi Kuningan di Jl. Cipete Raya bersama anak-anak," kata Anies dalam foto yang ia unggah di akun pribadinya.
"Dia cerita bahwa memang berasal dari Ciawi Gebang, di Kuningan. Ngobrol singkat tapi langsung tersambungkan, dan dia tahu bahwa keluarga kami di Cipicung, Kuningan," kata Anies.
Dari obrolan singkat dengan penjaga warkop alias Cimay tersebut, di media sosialnya Anies lalu menyinggung sedikit soal masa kecilnya yang berada di Kuningan. Anies yang lahir di Kuningan pada 7 Mei 1969 mengenang salah satu pengalaman paling mengesankan kala itu.
"Salah satu pengalaman mengesankan di Kuningan adalah masa kecil main di Sungai Citamba, ikut para pencuci benang yang bekerja di usaha kakek yaitu membuat sarung tenun ATBM," ujar cucu dari Pahlawan Nasional AR Baswedan tersebut di akun media sosialnya.
Ia kemudian menyinggung soal perantau dari daerah yang mencari nafkah di Jakarta seperti Cimay di Warkop Parahyangan tersebut. Anies mengatakan Jakarta adalah titik temu.
"Dari seluruh penjuru datang dan berusaha untuk masa depan lebih baik. Di kota ini sering ditemukan jenis kegiatan usaha dan profesi yang pelakunya didominasi warga dari daerah tertentu," kata Anies dalam keterangan gambar yang ia unggah di medsos.
"Teruslah semua berkiprah, memajukan Jakarta dan tetap membawa dampak bagi keluarga di kampung halaman," imbuhnya.
Mengutip dari akun Instagram Anies, ada salah satu momen jenaka yang ia alami di warkop tersebut. Salah satu pengunjung, kata dia, tak tahu dirinya adalah Anies Baswedan dan hanya mengira mirip Sang Gubernur DKI saja.
"Pak, Bapak wajahnya mirip Pak Anies ya," kata warga itu seperti ditulis dalam Instagram Anies.
"Mirip ya Pak?" tanya Anies.
"Iya, mirip sekali dan ini anak-anaknya Bapak ya?" tanya warga itu.
Keduanya lalu terlibat perbincangan dan warga itu bertanya di mana Anies bekerja. Anies menjawab kerja di Pemprov DKI Jakarta.
"Eselon berapa, Pak?" tanya warga itu.
"Saya tidak pakai eselon, Pak," jawab Anies.
"Saya doakan dah Pak, biar cepet dapat eselon ya," ucap warga itu.
Anies mengatakan, penjual bubur kacang ijo yang ikut mendengarkan perbincangan tersenyum tapi tidak komentar apapun. Warga itu lalu kembali bergumam soal kemiripan Anies dengan Gubernur DKI.
Hingga kemudian pengunjung lain di seberang meja yang ikut mendengarkan percakapan mereka datang menimpali.
"Pak, itu memang Pak Anies!" kata pengunjung lainnya.
Kunjungan Anies yang terbagi di media sosialnya dan dialog-dialog dengan penjual hingga pengunjung itu pun mengundang komentar netizen.
Ada yang menyebutnya sebagai penyegaran timeline medsos, memuji kemauan berdialog dengan warga di tempat mencari nafkah, berseloroh dengan mengaitkan peristiwa kopi-kopi ala KSP Moeldoko, hingga yang menegur Anies soal protokol kesehatan hingga berkeliaran di saat warga disuruh di rumah saja imbas pandemi Covid-19.
Penjaga Warkop Parahyangan, Cahyadi, mengaku tak tahu bakal kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di warung kopinya yang berada di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (14/3).
Bahkan setelah Anies duduk meminta pesanan, Cahyadi tak mengenal dia gubernur Jakarta.
Cahyadi melayani Anies seperti menerima pelanggan seperti biasa. Umumnya Cahyadi menyapa pelanggan dengan sapaan sok akrab seperti 'Om' atau 'Bos'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Menyapanya] Om. Soalnya kan belum tahu," kata pemuda yang mengaku lebih kerap disapa Cimay itu kepada CNNIndonesia.com di warkopnya, Senin (15/3) sore.
Cimay mengatakan Anies datang bersama anak-anaknya. Anies juga, kata dia, terlihat didampingi empat staf yang belakangan Cimay duga itu sebagai ajudan Gubernur DKI tersebut.
Mulanya, Cimay heran kenapa banyak orang membawa kamera di warungnya. Sesaat kemudian, Anies datang bersama rombongannya.
Cimay baru mengetahui bahwa orang yang mampir di Warkopnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika hendak mengantar pesanan mi instan.
"Bisa tahu gara-gara abis nganter Indomie keluar, terus kata tukang parkir, Pak Anies itu ada di Warkop ya? Ya itu, dari situ baru tahu," kenang Cimay.
Cimay menceritakan saat itu Anies memesan empat mi instan yakni satu rasa kari, satu rasa ayam spesial, dan dua mi goreng. Sementara ajudannya memesan bubur kacang ijo.
"Pak Anies makan yang goreng. Pake telor, pake cabe. Pedes," kata Cimay.
Saat itu, Cimay mengaku Anies tidak berkomentar apakah hidangannya enak atau tidak. Namun, setelah hidangan pertama dilahap, Sang Gubernur langsung memesan porsi kedua.
"Pas pertama makan langsung minta nambah lagi. 'Bikinin satu lagi ya'," kata Cimay menirukan Anies.
Cimay menerangkan hari itu adalah kali pertama pemimpin DKI itu mampir ke warungnya. Setelah kedatangan Gubernur, pengunjungnya bertambah dan mereka kerap menanyakan kedatangan Anies.
"Alhamdulillah ada aja. Ada aja yang nanya-nanya gitu," ujar Cimay.
Penjaga Warung Kopi (Warkop) Parahyangan di Jalan Cipete Raya, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan yang dikunjungi Gubernur Anies Baswedan sedang melayani pelangganya, Senin (15/3/2021) sore. (CNNIndonesia/Syakirun Niam)
Dalam kesempatan langka itu, Cimay mengaku bahwa Anies sempat bercerita tentang asal dirinya. Ia lalu menjawab Kuningan--salah satu kabupaten di Jawa Barat. Sontak, sambung Cimay, Anies segera menceritakan bahwa kakeknya berasal dari Kuningan.
Selain itu, Anies tidak menanyakan apapun, baik terkait pendapatan warkop yang menurun maupun pandemi.
Setelah makan, kata Cimay, Anies sempat ngobrol dengan pengunjung lain di Warkop tersebut.
"Habis itu udah langsung bayar, foto bareng dulu di sini," terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan mengunggah foto kunjungannya bersama ketiga anaknya ke salah satu Warkop di Jalan Cipete Raya, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (14/3).
"Tadi siang mampir ke sebuah warung kopi Kuningan di Jl. Cipete Raya bersama anak-anak," kata Anies dalam foto yang ia unggah di akun pribadinya.
"Dia cerita bahwa memang berasal dari Ciawi Gebang, di Kuningan. Ngobrol singkat tapi langsung tersambungkan, dan dia tahu bahwa keluarga kami di Cipicung, Kuningan," kata Anies.
Kenangan Kecil Anies di Kuningan dan Perantau di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Dari obrolan singkat dengan penjaga warkop alias Cimay tersebut, di media sosialnya Anies lalu menyinggung sedikit soal masa kecilnya yang berada di Kuningan. Anies yang lahir di Kuningan pada 7 Mei 1969 mengenang salah satu pengalaman paling mengesankan kala itu.
"Salah satu pengalaman mengesankan di Kuningan adalah masa kecil main di Sungai Citamba, ikut para pencuci benang yang bekerja di usaha kakek yaitu membuat sarung tenun ATBM," ujar cucu dari Pahlawan Nasional AR Baswedan tersebut di akun media sosialnya.
Ia kemudian menyinggung soal perantau dari daerah yang mencari nafkah di Jakarta seperti Cimay di Warkop Parahyangan tersebut. Anies mengatakan Jakarta adalah titik temu.
"Dari seluruh penjuru datang dan berusaha untuk masa depan lebih baik. Di kota ini sering ditemukan jenis kegiatan usaha dan profesi yang pelakunya didominasi warga dari daerah tertentu," kata Anies dalam keterangan gambar yang ia unggah di medsos.
"Teruslah semua berkiprah, memajukan Jakarta dan tetap membawa dampak bagi keluarga di kampung halaman," imbuhnya.
Mengutip dari akun Instagram Anies, ada salah satu momen jenaka yang ia alami di warkop tersebut. Salah satu pengunjung, kata dia, tak tahu dirinya adalah Anies Baswedan dan hanya mengira mirip Sang Gubernur DKI saja.
"Pak, Bapak wajahnya mirip Pak Anies ya," kata warga itu seperti ditulis dalam Instagram Anies.
"Mirip ya Pak?" tanya Anies.
"Iya, mirip sekali dan ini anak-anaknya Bapak ya?" tanya warga itu.
Keduanya lalu terlibat perbincangan dan warga itu bertanya di mana Anies bekerja. Anies menjawab kerja di Pemprov DKI Jakarta.
"Eselon berapa, Pak?" tanya warga itu.
"Saya tidak pakai eselon, Pak," jawab Anies.
"Saya doakan dah Pak, biar cepet dapat eselon ya," ucap warga itu.
Anies mengatakan, penjual bubur kacang ijo yang ikut mendengarkan perbincangan tersenyum tapi tidak komentar apapun. Warga itu lalu kembali bergumam soal kemiripan Anies dengan Gubernur DKI.
Hingga kemudian pengunjung lain di seberang meja yang ikut mendengarkan percakapan mereka datang menimpali.
"Pak, itu memang Pak Anies!" kata pengunjung lainnya.
Kunjungan Anies yang terbagi di media sosialnya dan dialog-dialog dengan penjual hingga pengunjung itu pun mengundang komentar netizen.
Ada yang menyebutnya sebagai penyegaran timeline medsos, memuji kemauan berdialog dengan warga di tempat mencari nafkah, berseloroh dengan mengaitkan peristiwa kopi-kopi ala KSP Moeldoko, hingga yang menegur Anies soal protokol kesehatan hingga berkeliaran di saat warga disuruh di rumah saja imbas pandemi Covid-19.