Kronologi Anak Penggal Ayah Kandung di Lampung

CNN Indonesia | Selasa, 23/03/2021 19:35 WIB
Kepolisian masih menyelidiki kasus yang membuat geger satu desa itu meski warga sekitar menyebut pelaku mengalami gangguan jiwa. Ilustrasi (Unsplash/Pixabay)
Lampung, CNN Indonesia --

Pembunuhan oleh seorang anak terhadap ayah kandungnya sendiri menghebohkan warga di Desa Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Peristiwa terjadi pada 11 Maret lalu dan masih menjadi pembicaraan warga.

Pelaku bernama Kukuh Priyo Waskito alias Jaya (25) diduga mengidap gangguan jiwa, sementara korban adalah ayahnya sendiri, yakni Slamet Riyanto (69). Kukuh membunuh dengan memenggal kepala Slamet di rumah mereka sendiri.

Aparat kepolisian Polres Lampung Tengah masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.


"Pelaku sudah diamankan dan pelaku sendiri adalah anak kandung korban itu sendiri. Untuk barang bukti yang diamankan, sebilah golok yang digunakan pelaku untuk menggorok leher korban," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas kepada CNNIndonesia.com.

Istri Histeris

Kepala Kampung (Kakam) Sendang Rejo, Hotini mengatakan istri korban, yakni Ningsih (55) histeris bukan kepalang ketika mendapati suaminya sudah meninggal dunia tanpa kepala.

Kala itu, Ningsih bersama suaminya baru saja kembali ke rumah usai dari sawah. Ningsih lalu membersihkan badan di kamar mandi, sementara Slamet duduk di kursi dapur, bagian belakang rumah.

"Tiba-tiba pelaku menghampiri korban dan langsung menebaskan golok ke leher ayahnya hingga putus," kata Hotini berdasarkan kesaksian Ningsih, Selasa (23/3).

Ningsih sebenarnya sempat mendengar suara gaduh. Dia lantas bergegas keluar dari kamar mandi dan menuju sumber suara. Namun, dia sudah mendapati suaminya tak bernyawa lagi.

"Istri korban sontak kaget melihat bercak darah dan mendapati suaminya dengan kondisi badan yang sudah tanpa kepala duduk di kursi. Saat itu juga istri korban teriak ketakutan meminta pertolongan tetangga," kata Hotini.

Saksi lain, yakni Edi yang merupakan tetangga korban, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Dapur rumah korban berada di belakang rumah, sehingga bisa dilihat oleh warga yang melintas.

Edi mengatakan warga yang tak sengaja melihat Slamet langsung teriak diselimuti kepanikan.

"Warga teriak dan terkejut melihat Kukuh alias Jaya ini tega memenggal kepala bapaknya sendiri," ucapnya.

Setelah melakukan aksi keji memenggal kepala ayahnya, pelaku Kukuh alias Jaya sempat mebawa kepala ayahnya (korban) menggunakan karung plastik putih keliling kampung dan memperlihatkan kepada para tetangga dan warga lainnya.

Peristiwa itu, membuat heboh warga Kampung (Desa) Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah.

Warga setempat, Tarmin mengatakan warga yang dekat dengan rumah korban histeris ketakutan dan langsung kabur. Ada pula warga yang berupaya menghentikan tindakan Kukuh alias Jaya bersama bantuan anggota polisi.

"Setelah itu, pelaku dibawa sama petugas dan jenazah korban (ayahnya) diurus oleh petugas kepolisian dibawa ke Rumah Sakit," ucap Tarmin.

Gangguan Jiwa

Warga setempat, Edi menuturkan bahwa pelaku Kukuh alias Jaya tersebut diduga mengidap gangguan jiwa meski selama ini tinggal bersama keluarganya. Warga sekitar juga berpendapat demikian lantaran kerap mengamuk dan sering meracau.

Kepala Kampung (Kakam) Sendang Rejo, Hotini mengaku mendapat kabar bahwa Slamet atau korban pernah tidak merestui Kukuh alias Jaya yang ingin menikah.

Meski banyak warga percaya Kukuh alias Jaya mengidap gangguan jiwa, kepolisian tetap mengusut peristiwa tersebut. Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas mengatakan pihaknya bakal terus menyelidiki.

Sejauh ini, pihak kepolisian juga mendapat banyak informasi dari warga sekitar sebelum pembunuhan terjadi. Salah satunya tentang korban yang mengancam menyantet Kukuh alias Jaya.

"Makanya sebelum disantet, mungkin pelaku lebih duluan menghabisi ayahnya sendiri. Tapi semua itu belum bisa dipastikan, apakah pelaku ini benar mengalami gangguan jiwa atau tidak dan itu nanti kita buktikan hasilnya melalui RSJ,"jelasnya.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.
(zai/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK