Demokrat AHY Jawab Klaim Moeldoko Soal Ideologi Partai

CNN Indonesia | Senin, 29/03/2021 17:18 WIB
Anggota Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat menyindir balik soal ideologi yang diusung Partai Demokrat pimpinan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Anggota Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat, Syarief Hasan, menyindir balik soal ideologi yang diusung Partai Demokrat pimpinan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Sindiran berupa pertanyaan balik itu dilontarkan Syarief merespons pernyataan Moeldoko soal tarikan ideologis dalam tubuh Partai Demokrat serta mengklaim ada pertarungan ideologi yang kuat menjelang 2024.

Syarief membantah pernyataan Moeldoko tersebut, dan menyatakan bahwa Demokrat tetap mengusung ideologi nasionalis-religius hingga saat ini.


"Kalau kita jelas nasionalis-religius, Pancasila menjadi dasar falsafah kita. Kalau mereka apa?" kata Syarief kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (29/3).

Terpisah, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan juga membantah pernyataan Moeldoko yang menyebut ada pertarungan ideologis di tubuh Partai Demokrat. Hinca menolak pernyataan Moeldoko.

Menurutnya, pernyataan Moeldoko tersebut salah dan tidak benar, apalagi untuk dijadikan dijadikan untuk mengambil alih Partai Demokrat.

"Kami tidak melihat itu, yang dituduhkan Pak Moeldoko sama sekali salah dan tidak benar," ujarnya.

Hinca pun menyindir Moeldoko--yang mulanya bukan kader Demokrat saat didaulat jadi ketua umum oleh kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang--untuk menyanyikan mars partai tersebut. Hinca menegaskan Mars Partai Demokrat mengandung makna dari semangat serta tujuan parpol tersebut.

"Bahkan kalau Pak Moeldoko paham betul, coba lah Pak Moel nyanyikan Mars Partai Demokrat. Di situ lah ikhtiar, di situ lah doa, di situ lah semangat, di situ lah tujuan," kata Hinca.

Diketahui, Moeldoko setelah terpilih jadi Ketum Demokrat dalam KLB Deliserdang pada 5 Maret lalu, baru muncul ke publik lewat video pernyataan via media sosialnya pada Minggu (28/3).

Dalam rekaman video tersebut, Moeldoko bicara soal tarikan ideologis dalam tubuh Partai Demokrat. Moeldoko juga mengklaim ada pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024.

Menurut Moeldoko, pertarungan ideologis ini terstruktur dan mudah dikenali. Hal ini, menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

"Ada sebuah situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024," kata Moeldoko dalam video yang yang diunggah di akun Instagramnya @dr_Moeldoko pada Minggu (28/3).

Soal tarikan ideologis di tubuh Demokrat, Moeldoko menyebut hal itu jadi salah satu alasan dirinya bersedia menjadi ketua umum partai berlambang Bintang Mercy.

"Jadi ini bukan sekedar menyelamatkan Demokrat, tapi juga menyelamatkan bangsa. Itu semua berujung pada keputusan saya menerima permintaan untuk memimpin Demokrat, setelah tiga pertanyaan yang saya ajukan dijawab dengan baik oleh rekan-rekan sekalian," tuturnya.

(mts/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK