UPDATE CORONA 30 MARET

Rangkuman Covid: Polemik AstraZeneca, dan Kendurnya Prokes 3M

CNN Indonesia
Selasa, 30 Mar 2021 18:11 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo menolak vaksin Astrazeneca hingga perkembangan kasus positif covid mewarnai pemberitaan media tentang Covid, Selasa (30/3). Suasana tempat isolasi pasien OTG virus Covid-19 di Graha Wisata Ragunan, Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 4.682 pada hari ini, Selasa (30/3). Dengan demikian jumlah kumulatif terpapar virus corona di Indonesia sejak pasien pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 kini mencapai 1.505.775 orang.

Dari jumlah kumulatif itu sebanyak 1.342.695 dinyatakan sembuh dan 40.754 meninggal dunia. Berdasarkan data tersebut, artinya kini ada 122.326 kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.


Kepala Dinkes Gorontalo Tolak Vaksin AstraZeneca

Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo Rizal Yusuf Kune menolak penggunaan vaksin asal perusahaan farmasi Inggris, Astrazeneca, untuk vaksinasi Covid-19 di daerahnya.

Penolakan tersebut didasari pengalaman di Sulawesi Utara dalam penggunaan vaksin Astrazeneca yang berdampak pada tingginya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Merespons penolakan itu, Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan AstraZeneca tak tercatat sebagai salah satu vaksin yang akan dikirim ke Provinsi Gorontalo sementara ini.

Survei: 53 Persen Warga Bersedia Disuntik Vaksin AstraZeneca

Mayoritas masyarakat Indonesia diklaim bersedia menerima vaksin AstraZeneca, meski sempat menjadi polemik. Hal tersebut diketahui dari hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Awal pekan ini, Direktur Riset SMRC, Deni Irvani mengatakan sekitar 38 persen warga mengetahui vaksin AstraZeneca. Dari jumlah tersebut, 55 persen pernah mendengar MUI menyatakan vaksin itu haram, namun boleh digunakan.

Sebelumnya MUI Pusat telah mengeluarkan fatwa haram pada vaksin AstraZeneca karena mengandung enzim tripsin dari pankreas babi. Namun, MUI tetap memberikan lampu hijau penggunaan AstraZeneca menginga Indonesia masih dalam keadaan darurat di tengah kondisi ketersediaan vaksin yang masih terbatas.

14 Persen Kasus Covid RI Berasal dari Anak Sekolah

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kasus infeksi virus corona pada anak di usia sekolah sejauh ini menyumbang 14 persen dari keseluruhan total kasus covid-19 di Indonesia.

Rentang usia yang paling banyak yakni anak pendidikan sekolah dasar (SD) dengan 49.962 kasus ditemukan. Namun, Satgas tidak merinci wilayah mana saja yang paling banyak menyumbangkan kasus covid-19 pada anak usia sekolah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta penyuntikan vaksin virus corona untuk guru dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia rampung pada akhir Juni mendatang. Budi lantas menjelaskan dari 17.327.169 petugas pelayanan publik yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua, tenaga pendidik merupakan kalangan yang paling banyak mendapat jatah vaksinasi, yakni 5.650.560 orang.

Satgas Akui Prokes 3M Kendor Seiring Program Vaksinasi

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengakui tingkat kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan 3M menurun seiring pelaksanaan vaksinasi nasional yang berjalan hampir tiga bulan.

Protokol 3M yang dimaksud yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Tapi penurunan persentase paling banyak menurut Satgas Penanganan Covid-19 terjadi pada kepatuhan memakai masker.

"Iya, sempat agak kendor. Jadi kami amati di monitor perubahan perilaku, sempat kelihatan agak kendor terutama memakai masker," kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi.

Suntikan Dosis 1 Vaksin Capai 7,7 Juta Orang

Kementerian Kesehatan mencatat vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang telah mendapatkan dosis pertama sebanyak 7.729.582 orang, dan sebanyak 3.500.264 di antaranya telah mendapatkan penyuntikan dosis kedua per Selasa (30/3) Pukul 12.00 WIB.

Saat ini program vaksinasi telah memasuki tahapan kedua yang menyasar sebanyak 17,3 juta petugas pelayanan publik dan 21,5 juta lansia. Program vaksinasi nasional sendiri telah berjalan sejak 13 Januari lalu, dan ditargetkan akan rampung pada Desember 2021 hingga Maret 2022.

Program ini nantinya diharapkan dapat mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona. Capaian itu dinilai akan terlewati setelah pemerintah rampung melakukan vaksinasi terhadap total 181.554.465.

(khr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER