Polisi Selidiki Temuan Mayat Eks ABK di Pelabuhan Benoa

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 03:23 WIB
Seorang mayat laki-laki ditemukan di Pelabuhan Benoa, Bali, pada pukul 06.30 WITA, Selasa (30/3). Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya. Seorang mayat laki-laki ditemukan di Pelabuhan Benoa, Bali, pada pukul 06.30 WITA, Selasa (30/3). Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya. Ilustrasi. (mkaragoz/Thinkstock).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Sektor Benoa melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat seorang laki-laki, Muhaidin (61), di Pelabuhan Benoa, Bali. Korban merupakan mantan Anak Buah Kapal (ABK). 

Kapolsek Benoa Kompol Abdus Salim mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim identifikasi, nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dugaan sementara karena sakit, tapi sekarang jenazahnya sudah dievakuasi dan masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Sanglah, Denpasar," kata Abdus saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Selasa (30/3), seperti dikutip dari Antara.


Abdus mengungkapkan, selama di Bali, korban tinggal seorang diri sedangkan keluarganya berada di Bima, NTB.

"Dari keterangan orang-orang di sana (di sekitar pelabuhan), korban sudah lama ada di Bali," katanya.

Ia menjelaskan bahwa penemuan mayat laki-laki tersebut terjadi pada Selasa (30/03) sekitar pukul 06.30 Wita di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa depan Perusahaan PT BMU Pelabuhan Benoa.

Berdasarkan keterangan saksi pemilik warung di Pelabuhan Benoa, Mumi, korban adalah mantan ABK yang sudah lama ada di pelabuhan dan dikenal sering minum kopi di warung miliknya. Selain itu korban juga sempat menitipkan koper miliknya, di warung tersebut.

"Dari keterangan saksi, kalau dua hari lalu, korban mengeluh dan menangis ingin pulang kampung (ke Bima) lalu oleh saksi dijanjikan apabila nanti kalau sudah ada Kapal Pelni yang berangkat ke Bima silahkan pulang," jelas Abdus Salim.

Selain itu, saksi menjanjikan ongkos pulang kepada korban. Korban sebelumnya juga menitipkan nomor telepon keluarganya yang bisa dihubungi di Mataram, NTB.

(sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK