TPU Ambon Longsor, Jenazah Hanyut Hingga Pantai Waihaong

CNN Indonesia | Kamis, 01/04/2021 10:32 WIB
Longsor terjadi di TPU Ambon, Maluku sehingga membuat jenazah yang dikubur di sana terseret hanyut ke laut. Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Nito100)
Ambon, CNN Indonesia --

Taman Pemakaman Umum (TPU) Ambon, Maluku, longsor dan menyebabkan seorang jenazah yang diidentifikasi bernama Wa Laba (81) hanyut ke laut.

Kasubag Humas Polres Kota Ambon Ipda Izaac Leatemia mengatakan lahan makam umum yang longsor itu akibat abrasi pada bagian bawah makam umum yang berada diatas saluran air atau gorong-gorong yang terhubung ke laut mengakibatkan jenazah hanyut terbawah arus air dan terapung di pantai Waihaong.

"Dari hasil penyelidikan di TKP ditemukan kain kafan, sehelai rambut, kapas dan bekas kulit yang menempel pada kain kafan di bawah makam yang terhubung dengan saluran air dan di mulut gorong-gorong,"ujar Isaac melalui pernyataan resmi, Kamis (1/4).


Sebelumnya, warga pesisir pantai Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Ambon sempat dihebohkan temuan mayat tanpa busana mengapung di pantai pada Selasa (30/3).

Jenazah itu pertama kali ditemukan dua pelajar Danu Pais (14) dan Muhamad Faisal (12) yang hendak bepergian ke pantai untuk mandi air laut namun menemukan jenazah hanyut sekitar 50 meter dari taman pemakaman umum pukul 15.30 WIT.

Mereka mengira seekor binatang mengapung saat mendekati ternyata sesosok mayat berjenis kelamin perempuan, mereka pun memberikan peristiwa penemuan mayat kepada warga. Warga pun langsung bergegas ke pantai.

Pukul 15.50 WIT Kapolsek Nusaniwe Iptu Vergie Syahailatua, Kasat Shabara AKP Je de Fretes dan KA SPK Ipda Nismon dan anggota tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD Haulussy untuk dilakukan otopsi.

Per Rabu (31/3) malam sekitar pukul 22.32 WIT warga menggali makam almarhumah Wa Laba (81) warga asal RT 004 RW 003 Kelurahan Waihaong Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Dari hasil penggalian itu, mereka tak menemukan jenazah almarhumah.

Sebelum penggalian makam pihak keluarga juga melakukan koordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat kelurahan Waihaong dan Silale, namun sang ibu tidak berada di liang kubur.

Keluarga yakin bahwa temuan mayat di sekitar bibir pantai itu Wa Laba dan memutuskan menguburkan almarhumah di TPU yang baru.

"Almarhumah disalatkan, dikafani lalu di kuburkan pada Kamis dini hari (1/4) pukul 02.30 WIT,"kata Basri menjelaskan.

Adapun dokter Forensik RSUD Haulusy William mengatakan bahwa mayat tersebut telah mengalami pembusukan (penyabunan/pelilinan) di dalam tanah bukan dalam air laut.

"Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah,"ujar William melalui pesan singkat, Kamis (1/4). 

(sai/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK