Darurat Bencana NTT, Ruas Jalan Timor Raya Terendam

CNN Indonesia | Senin, 05/04/2021 01:21 WIB
Hujan deras disertai angin kencang masih menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kota Kupang, hingga tengah malam, Minggu (4/4). Ilustrasi banjir. (Istockphoto/Yury Karamanenko)
Kupang, CNN Indonesia --

Hujan deras disertai angin kencang masih menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kota Kupang, hingga tengah malam, Minggu (4/4).

Akibat hujan disertai angin kencang yang belum juga berhenti mengakibatkan ruas jalan Timor Raya (Trans Timor) terendam air setinggi hampir 50 centimeter.

Kondisi ini semakin diperparah dengan naiknya air laut yang berada sekitar 200 dari beberapa ruas jalan Timor Raya.


Dari video amatir yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu tengah malam, air menutupi seluruh jalan Timor Taya di Kilometer 10 hingga kilometer 35.

Bahkan di KM30 jalan Timor Raya diterjang banjir bandang dengan arus air yang cukup deras.

Rumah-rumah warga di wilayah Noelbaki, Oesao dan Naibonat juga diterjang banjir bandang.

Sementara itu di Kota Kupang, ruas Jalan Timor Raya juga ditutupi air laut yang naik ke jalan raya. Berdasarkan pantauan, daerah kelurahan Oesapa hingga kelurahan Lasiana mengalami banjir akibat naiknya air laut.

Ratusan warga telah mengungsi ke tempat yang aman dan sebagian warga masih tetap bertahan. Daerah terparah yang digenangi air sejauh ini adalah kampung Nelayan Oeapa.

Air setinggi 80 centimeter telah menggenangi ratusan rumah warga. Kondisi ini semakin diperparah dengan naiknya air laut di pesisir pantai Oesapa.

Suasana makin mencekam karena lampu di kota Kupang turut padam sehingga membuat warga ibu kota provinsi NTT itu khawatir. Apalagi air laut juga telah naik sekitar tujuh meter ke pemukiman warga.

Hingga berita ini ditulis, suasana masih mencekam, karena hujan disertai angin kencang masih berlangsung.

Menurut Kepala BPBD Kota Kupang, Jemmy Didok hingga Minggu malam sudah lebih dari 734 rumah warga yang rusak akibat banjir, longsor dan angin kencang.

Dari 734 kepala keluarga ada 2.190 jiwa yang terdampak. Sehingga Kota Kupang telah menyatakan status tanggap darurat.

Jemmi menuturkan status tanggap darurat tersebut karena korban terdampak bencana terus bertambah sedangkan BPBD Kota Kupang tidak memiliki dana tanggap darurat dan keterbatasan personel.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan peringatan dini atas potensi cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (5/4) dini hari. Dalam konferensi pers secara virtual pada Minggu (4/4) malam, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memaparkan peringatan dini pihaknya memaparkan mengenai pembentukan siklon tropis Seroja yang bisa memicu cuaca ekstrem dan menimbulkan bencana hidrometeorologi di wilayah NTT pada dini hari ini.

Siklon tropis yang semula tercatat sebagai bibit siklon tropis 99S itu kemudian disebut dengan nama Seroja-sesuai dengan urutan nama dari BMKG secara internasional.

Atas dasar potensi dari dampak siklon Seroja itu, Dwikorita meminta seluruh pemangku kepentingan memerhatikan keselamatan warga, terutama di pulau-pulau NTT.

"Pusaran anginnya mencapai 85 kilometer per jam agar benar-benar diwaspadai agar masyarakat dapat terlindungi, teramankan. Semoga tidak terjadi korban jiwa," kata dia.

BMKG menyatakan pihaknya sejak 2 April lalu telah mendeteksi keberadaan bibit siklon tropis 99 S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Sawu, NTT.

Bibit siklon itulah yang kemudian memicu cuaca ekstrem di wilayah NTT sejak tiga hari terakhir, dan berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di sana.

Secara spesifik di wilayah NTT, BMKG menetapkan status potensi wilayah terdampak banjir kurun waktu 5-6 April 2021 adalah: Kupang dan Rote Ndao (siaga); Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, Ende, Sikka, Flores Timur, dan Lembata (Waspada).

(blo/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK