Gibran: Yang Ngeyel Mudik Akan Dikarantina

CNN Indonesia | Rabu, 07/04/2021 16:54 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyatakan bakal mengkarantina warga yang ngeyel mudik ke kotanya meski sudah divaksinasi. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (tengah) saat mendaftar Pilkada Solo 2020. Ia meminta warga tak mudik ke kotanya agar tak menghancurkan pencapaian ekonomi sejauh ini. (Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan menerapkan karantina bagi warga yang berkukuh mudik pada lebaran 2021 ke kotanya meski sudah menjalani vaksinasi.

Ia tidak ingin mobilitas mudik Lebaran menghancurkan capaian pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang sudah mulai dirasakan pihaknya.

"Saya tahu tahun 2020/2021 semuanya stabil, saya tidak ingin mempersulit itu, tetapi saya yakin juga sebelum ini hotel-hotel sudah mulai ramai dan rumah makan sudah mulai ramai," kata Gibran saat menjadi pembicara acara Forum Pegiat Wisata Kota Surakarta di Solo, Rabu (7/5) dikutip dari Antara.


"Namun tetap mudik dilarang. Yang ngeyel (nekat) mudik akan dikarantina; yang ngeyel mudik harus membawa [hasil tes] swab paling tidak antigen; yang sudah vaksin tapi tetap ngeyel mudik tetap dikarantina," lanjutnya.

Ia tak ingin kedatangan rombongan warga di masa lebaran 2021 ini membuat penularan Covid-19 makin merebak dan membuat perekonomian di wilayahnya kembali terpuruk.  

"Satu bulan yang sudah cukup baik ini nanti kalau dihancurkan sama mobilitas warga ketika mudik, ini nanti kita mengulangi lagi dari nol," ujar Gibran.

Apalagi, pada bulan Juli pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dimulai sehingga pihaknya berupaya untuk menjaga kondusivitas Kota Surakarta.

"Kami ingin grafik yang sudah baik ini (tetap terjaga), kita sekarang sudah di zona hijau, kemarin saya cek ada beberapa zona kuning dan zona oranye, tetapi sedikit banget, kalau tidak salah zona oranye ada dua," tutur dia.

"Ini bisa kami perbaiki lagi dengan mempercepat vaksinasi, targetnya sehari 5.000 vaksin kami suntikkan," katanya.

Terkait hal tersebut pihaknya berharap agar pelaku wisata termasuk sektor perhotelan lebih bersabar mengingat momentum Lebaran biasanya dimanfaatkan oleh pelaku wisata untuk meraup keuntungan.

"Ini pasti bapak ibu banyak sekali yang tidak setuju dengan aturan mudik ini, tetapi kami jelaskan sekali lagi kalau nanti grafiknya naik lagi maka ekonomi akan memburuk lagi. Ini yang sudah baik kita pertahankan kita bersabar sekali lagi, saya yakin kalau Juni-Juli ekonomi akan makin membaik," urainya.

"Kalau ekonomi memburuk ini nanti 'wellness tourism' semuanya akan tidak bisa dilaksanakan di semester kedua tahun 2021," ia berujar optimistis.

Sementara itu, untuk terus memulihkan kondisi ekonomi di Kota Solo, usai Lebaran mendatang pihaknya telah mempersiapkan banyak event yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian.

Ia bahkan siap menjadi pemasar atau brand ambrassador bagi pelaku wisata di Kota Solo asalkan para pelaku wisata bersedia bekerja sama melakukan pemulihan ekonomi.

"Kami juga sudah banyak mempersiapkan sejumlah event, kemarin ada di tengah pandemi sudah naik Piala Menpora, jadi seperti komitmen kampanye saya dulu saya akan jadi 'marketing', saya akan menarik event-event ke Solo," tutupnya.

(Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK