Manuver F-18 Hornet di Tengah Panas Laut China Selatan

CNN Indonesia | Kamis, 08/04/2021 10:26 WIB
Sebuah pesawat tempur F-18 Hornet buatan AS terekam melintasi sekitar perairan Natuna. TNI AU masih menyelidiki kepemilikan jet tempur tersebut. Ilustrasi F-18 Hornet. (Foto: LCPL JOHN MCGARITY, USMC via Wikimedia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat tempur F-18 Hornet tertangkap rekaman video melintas di atas perairan Kepulauan Natuna. Manuver jet tempur buatan Amerika Serikat ini kemudian viral di media sosial.

Pesawat melintas pada Selasa (6/4) tepat pukul 16.15 WIB. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (AU) Marsma TNI Indan Gilang menyebut pesawat itu melintas di atas FPSO Kakap Natuna, jaraknya kurang lebih sekitar 169 mil di sebelah barat Kepulauan Natuna.

"Melintas di atas FPSO Kakap Natuna yang dioperasikan perusahaan minyak Indonesia di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)," kata Indan Gilang saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (7/4) kemarin.


FPSO adalah singkatan dari Floating, Production, Storage, and Off Loading Vessel atau dikenal juga sebagai tempat produksi dan pembongkaran di atas laut. Ini merupakan salah satu struktur terapung yang dapat digunakan sebagai tempat produksi, storasi/ penyimpanan maupun offloading minyak dan gas bumi lepas pantai. Bentuknya menyerupai kapal besar.

Meski melintas di atas FPSO Kakap Natuna, namun Indan memastikan F-18 Hornet tidak melanggar wilayah udara Indonesia. Pesawat, kata dia,terbang di wilayah udara internasional.

"Pesawat melintas di luar wilayah teritorial Republik Indonesia," ujarnya.

Dia mengakui belum ada komunikasi dengan pihak-pihak yang kemungkinan mengoperasikan pesawat tempur ini. Meski demikian pihaknya terus mendalami lebih lanjut terkait temuan tersebut.

"Saat ini, TNI AU sedang mendalami kejadian tersebut dengan pihak terkait," kata dia.

Keberadaan pesawat tempur asing di sekitar perairan Natuna ini langsung mendapat sorotan. Pasalnya, tak jauh dari Natuna, ketegangan internasional sedang terjadi di Laut China Selatan. Ketegangan yang melibatkan sejumlah negara Asia dan Amerika Serikat.

Laut China Selatan daerah yang sedang menghadapi persoalan perbatasan. Ada persoalan klaim kepemilikan pulau dan delimitasi.

Mengenai sengketa kepemilikan pulau, karang-karang dan pulau kecil di Laut China Selatan diperebutkan oleh China, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam.

Tidak semua direbut oleh Filipina, tidak semua diklaim oleh Vietnam dan Malaysia. Tapi, semua diklaim oleh China berdasar pada sembilan garis putus atau nine dash line merujuk pada alasan historis.

Keberadaan China dalam pusaran konflik Laut China Selatan menyeret Amerika Serikat di dalam sengketa. AS turun tangan dan berkepentingan untuk menjaga Laut China Selatan tetap menjadi arus pelayaran perdagangan internasional.

Eskalasi ketegangan di Laut China Selatan tak bisa diprediksi. Konflik terbuka bisa terjadi setiap saat. Apalagi, China terus meningkatkan kehadirannya di kawasan sengketa dengan negara tetangga, salah satunya Filipina.

Indonesia Netral di Laut China Selatan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK