Jokowi: Pemerintah Tidak Akan Kompromi Terhadap Intoleransi

CNN Indonesia
Kamis, 08 Apr 2021 12:15 WIB
Di hadapan alim ulama PKB, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan tegas terhadap kelompok intoleran yang merusak sendi bangsa. Presiden Joko Widodo. (Lukas - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi. Menurut Jokowi, intoleransi bakal merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sikap pemerintah tegas, tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara," kata Jokowi saat membuka Mukernas dan Munas Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di Istana Negara, Kamis (8/4).

Jokowi menegaskan, pemerintah sejak awal berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, toleransi merupakan salah satu bagian penting dalam hal moderasi beragama.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Seperti diketahui, pada akhir Maret dan awal April, dua insiden terorisme sempat mengguncang Indonesia.

Pada 28 Maret, insiden bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Selang beberapa hari kemudian, Mabes Polri mendapat serangan dari terduga pelaku teroris.

"Kita dikejutkan oleh tindakan kekerasan yaitu terorisme, tindakan yang lahir dari cara pandang yang keliru, dari paham yang salah, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai Luhur agama," jelas Jokowi.

"Jelas-jelas merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan yang mengancam kerukunan kita dalam berbangsa dan bernegara," kata dia menambahkan.

Jokowi juga sempat mengatakan bahwa sikap tertutup dalam menjalankan ajaran agama dapat memicu intoleransi. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat menjauhi eksklusifitas dalam beragama.

(dmi/ugo)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER