Kronologi Anggota Ormas Bubarkan Jaran Kepang & Ludahi Warga

CNN Indonesia | Kamis, 08/04/2021 13:48 WIB
Sejumlah anggota FUI disebut mendatangi lokasi pertunjukan Jaran Kepang di Medan Sunggal, Medan, dan tanpa alasan jelas membubarkan pertunjukan itu. Ilustrasi pertunjukan Jaran Kepang. (Foto: CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Medan, CNN Indonesia --

Pembubaran pertunjukan Jaran Kepang di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang dilakukan sekelompok anggota Forum Umat Islam (FUI) Kota Medan, berujung bentrok. Dari video yang beredar viral, salah seorang anggota FUI meludahi warga yang tidak terima pembubaran tersebut.

Eka anggota Komunitas Jaran Kepang Langen Budoyo mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Merak, Gg Merpati Kecamatan Medan Sunggal pada 2 April 2021 sore. Eka ada di sana saat insiden terjadi.

Saat itu mereka tengah mengisi pertunjukan. Tiba-tiba saja anggota FUI Medan membubarkan pertunjukan mereka.


"Kami beda tim Jaran Kepang. Waktu itu saya memang di sana. Yang dibubarkan kawan saya tim satu lagi. Tiba-tiba anggota FUI datang membubarkan pertunjukan kami," kata Eka kepada CNN Indonesia, Kamis (8/4).

Eka menuturkan saat kejadian sejumlah anggota FUI Medan datang bersama Kepala Lingkungan (Kepling) dan TNI. "Kalau enggak salah dua atau tiga orang."

Ia mengaku tidak mengetahui alasan pertunjukan Jaran Kepang dibubarkan. Sebab selama ini pertunjukan Jaran Kepang mereka tidak pernah dibubarkan. Saat pertunjukan itu, kata Eka, ramai warga berdatangan. Warga tidak terima pertunjukan dibubarkan sehingga terjadi adu pukul.

"Tim Jaran Kepang yang waktu itu main ada sekitar 15 orang. Kami main dari jam 03.00 WIB sore. FUI datang sekitar jam 4.30 WIB sore. Mereka datang langsung bubarkan pertunjukan. Enggak tau saya alasannya. Jadi pas dibubarkan, tim Jaran Kepang disadarkan dulu lah, habis itu kami balik ke sanggar, ngumpul," urainya.

Menurut Eka, warga yang tidak terima dengan pembubaran pertunjukan Jaran Kepang itu langsung terlibat bentrok dengan anggota FUI Medan. Setelah itu, kelompok Jaran Kepang langsung membubarkan diri. Dia mengaku kecewa pertunjukan mereka dibubarkan paksa.

"Mereka (FUI) ributnya sama warga, bukan sama tim Jaran Kepang. Jadi warga tidak terima pertunjukan dibubarkan. Kalau kami pulang ke sanggar," ujar dia.

Setelah kejadian, Eka mengaku belum tahu akan melakukan pertunjukan di tempat mana lagi.

"Kami heran juga kenapa orang lain yang buat kerumunan tidak dibubarkan, tapi kami dibubarkan. Kami paham kalau misalnya kepling bilang gak boleh pertunjukan, cuma tiba-tiba saja mereka membawa ormas membubarkan pertunjukan itu," bebernya.

Pembubaran pertunjukan Jaran Kepang berujung adu jotos viral di media sosial. Dalam video rekaman, anggota FUI Medan tampak mengenakan baju hitam dan baret merah serta lobe tengah membubarkan Jaran Kepang. 

Salah seorang perempuan yang mengenakan kaos hijau hitam tak terima kegiatan itu dibubarkan. Dia mengatakan pertunjukan Jaran Kepang sudah biasa digelar di desa tersebut. Apalagi mereka telah meminta izin untuk menggelar pertunjukan itu.

Namun, salah seorang anggota FUI Medan yang tak senang mendapat jawaban itu maju dan meludahi perempuan tersebut. Warga tersulut emosi. Keributan tak terelakkan, warga terlibat baku hantam dengan anggota ormas Islam tersebut.

Ketua FUI Sumut, Indra Suheri saat dikonfirmasi soal kejadian itu belum memberikan tanggapan. "Saya lagi Taklim," katanya singkat, kemarin.

CNN Indonesia terus mencoba menghubungi Indra untuk mendapat keterangan lengkap namun tidak direspons. Sementara  Kabid Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Hadi Wahyudi membenarkan kejadian itu.

"Memang kemarin ada kejadian FUI membubarkan kegiatan kuda lumping itu, laporan lengkap menyusul ya," ujarnya.

(fnr/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK