Denny Indrayana Laporkan Dugaan Politik Uang ke Bawaslu

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 10:19 WIB
Cagub Kalsel Denny Indrayana akan melaporkan dugaan politik uang jelang pemungutan suara ulang Pilgub Kalsel 9 Juni 2021. Cagub Kalsel Denny Indrayana. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana berencana melaporkan sejumlah dugaan politik uang menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel pada 9 Juni mendatang ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Senin (12/4).

"Iya, insyaallah nanti saya ke Bawaslu," kata Denny dalam keterangan tertulis.

Denny menyebut sejumlah motif politik uang terjadi di Kalsel dalam beberapa waktu terakhir. Namun, menurut dia, Bawaslu Kalsel tidak berupaya untuk mencegah hal tersebut, sehingga pihaknya memilih melaporkan ke Bawaslu pusat.


"Seperti dibiarkan saja, seperti tahu sama tahu. Ini kan sangat merugikan bagi demokrasi kita, terutama kami yang ingin mengedepankan politik jujur dan adil," ujar Denny.

Menurut dia, kecurangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini semakin marak. Di antaranya pembagian bakul berisi sembako yang akan bersalin rupa menjadi THR, parsel, dan zakat fitrah/zakat mall.

Selain itu, menurut Denny, pihaknya mengendus modus memborong barang dagangan yang disertai pembagian uang kepada warga. Denny mengatakan, pihaknya juga menemukan dugaan keterlibatan aparat pemerintahan dalam sejumlah kasus tersebut.

"Kami juga menemukan fakta pelibatan aparat pemerintahan, dari level kepala dinas sampai level kepala desa dan Ketua RT-RW yang digaji Rp2,5 juta," ungkapnya.

"Kemudian Kepala Desa digaji sebesar Rp5 juta per bulan untuk menggalang suara pemilih dan ini sangat sistematis dan masif sekali," kata Denny menambahkan.

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM itu juga menyebutkan bahwa ada modus berupa penempelan stiker bertanda khusus di rumah-rumah warga sebagai kamuflase pendataan pemilih yang ujungnya dipergunakan untuk data pembayaran politik uang.

"Jadi tiap rumah didata, dibayar Rp100 ribu untuk ditempeli stiker, kemudian nanti akan ada lagi pembagian berikutnya yang besarnya sekitar Rp500 ribu saat menjelang pemilihan," tegasnya.

Modus selanjutnya, kata dia lagi, adalah berupa salat hajat dan ibadah lainnya yang diikuti dengan pembagian uang. Oleh karena itu, ia berharap pihak Bawaslu RI mengambil langkah tegas terkait dugaan pelanggaran itu.

"Kami berharap Bawaslu RI melakukan langkah-langkah nyata dan menegakkan aturan dengan benar dan adil, mengingat Bawaslu Kalsel tidak melakukan tindakan pencegahan maupun penindakan dan seolah melakukan pembiaran, padahal tidak sulit mengidentifikasi modus-modus tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi memutuskan PSU terhadap sengketa pilkada yang diajukan Denny. MK membatalkan keputusan KPU Kalsel yang memenangkan Sahburun-Muhidin.

KPU Kalsel sebelumnya menetapkan pasangan calon petahana, Sahburun-Muhidin, sebagai pemenang Pilgub Kalsel. Mereka meraih 851.822 suara atau 50,24 persen suara sah.

Sementara pasangan penantang, Denny Indrayana-Difriadi Derajat, kalah tipis. Mereka mengumpulkan 843.695 suara atau 49,76 persen.

(dmi/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK