Pemerintah Akan Ubah Target Vaksinasi, Tergantung Stok Vaksin

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 19:36 WIB
Target pemerintah agar vaksinasi rampung dalam waktu setahun bisa berubah tergantung pada stok vaksin yang tersedia. Target setahun pemerintah bisa berubah tergantung stok vaksin. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan program vaksinasi nasional yang ditargetkan rampung dalam setahun dapat berubah tergantung dengan situasi dan kondisi ketersediaan alias stok vaksin virus corona di Indonesia.

Kendati demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengaku pemerintah akan mengupayakan target tepat waktu dengan mempercepat pengadaan vaksin buatan anak bangsa, yakni vaksin Merah Putih.

"Kita selalu mempertimbangkan situasi dan kondisi. Jika sesuatu terjadi terkait ketersediaan vaksin, tentu saja itu akan mempengaruhi rencana, dan tentu saja kita akan mengatur kembali target jika perlu," kata Wiku dalam 'Virtual Media Briefing Session' yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (13/4).


Wiku mengatakan, ketersediaan vaksin menjadi kendala utama program vaksinasi di Indonesia. Apalagi dengan embargo vaksin yang dilakukan beberapa negara, turut berimbas terhadap ketersediaan vaksin di tanah air.

Untuk itu, Wiku mengatakan, saat ini para peneliti yang juga datang dari perguruan tinggi di tanah air tengah berupaya melakukan kemandirian vaksin.

Sejauh ini, ada enam institusi atau lembaga yang ikut mengembangkan vaksin Merah Putih dengan platform yang berbeda. Diantaranya Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

"Kita ingin mengatakan bahwa di waktu yang sama, vaksin Merah Putih akan segera tersedia. Secara paralel, kita juga melakukan pendekatan dan punya rencana membeli vaksin dari luar negeri," jelasnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta program vaksinasi covid-19 di Indonesia dapat rampung dalam waktu 12 bulan alias setahun. Sementara target dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin lebih lama dari perkiraan Jokowi, yakni 15 bulan.

Bila menilik timeline atau alur waktu vaksinasi di Indonesia yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Rinciannya, vaksinasi tahap pertama berlangsung selama Januari-Februari yang menyasar tenaga kesehatan. Kemudian vaksinasi tahap kedua dengan waktu pelaksanaan Februari-April 2021 menyasar petugas pelayanan publik, dan lansia.

Tahap ketiga dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Kemudian tahap keempat juga dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022 menyasar masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Namun demikian, target-target itu tak terealisasi tepat waktu.

(khr/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK