Pemkab Sragen dan Kepolisian Perketat Wilayah Cegah Pemudik

KPC PEN, CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 11:52 WIB
Bekerja sama dengan kepolisian, Pemkab Sragen akan melakukan penyekatan mulai pintu masuk Sragen dari arah barat, timur dan utara. Ilustrasi penyekatan mencegah pemudik. (ANTARA FOTO/ARDIANSYAH).
Jakarta, CNN Indonesia --

Peniadaan mudik lebaran tahun ini bakal diberlakukan pada 6 hingga 17 Mei 2021. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Gugus Tugas Covid-19 No13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H.

Tujuan pemerintah mengumumkan peniadaan mudik lebih awal untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 akibat mobilitas masyarakat yang terjadi saat mudik.

Bupati Sragen Untung Yuni Sukowati mengatakan untuk wilayahnya, ada beberapa titik yang akan dilakukan penyekatan mulai pintu masuk Sragen dari arah barat, timur dan utara.


"Teman-teman di Polres sudah melakukan simulasi dan kami memberikan dukungan penuh untuk itu," terangnya dalam Dialog Produktif bertema Tidak Mudik Lebih Baik, yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Kamis (15/4).

Pemeriksaan di beberapa titik juga diperketat, sehingga apabila ada masyarakat yang hendak mudik akan melewati pemeriksaan.

"Kita sudah memetakan lokasi-lokasi mulai dari Lampung sampai Bali untuk mencegah masyarakat yang mudik. Ada 333 titik penyekatan yang kita siapkan, baik jalur tol maupun arteri," terang Kabag Ops Korlantas Mabes Polri Kombes Rudi Antariksawan.

Sejak 12 April hingga 5 Mei mendatang, kepolisian menggelar Operasi Keselamatan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang hendak melakukan perjalanan kembali ke kampung halaman.

"Lalu, kita akan melakukan penyekatan sesuai dengan perintah pemerintah tanggal 6-17 Mei 2021," terang Rudi.

Yuni menambahkan, tahun lalu tercatat sekitar 10 ribu perantau Sragen kembali ke kampung halaman di tengah pandemi. Dalam kurun waktu dua hari saja bisa 1.400 orang datang pada April tahun lalu.

"Dulu satgas bekerja luar biasa sekali untuk mengamati para pelaku perjalanan. Kini, kami memberikan pemahaman bahwa memang kali ini dilarang untuk mudik," jelas Yuni.

Tahun ini, khusus untuk mengantisipasi arus mudik di Sragen, Yuni mengimbau kepada lurah-lurahnya untuk membuat konten agar bisa menyapa para warganya yang ada di perantauan untuk tidak mudik.

"Dengan cara membuat video imbauan dan mereka yang ada diperantauan akan bersilaturahmi secara virtual," tutup Yuni.

(osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK