Perawat di Palembang Sempat Peringatkan Istri Penganiaya

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 13:40 WIB
Pendarahan pada anak tersangka memicu penganiayaan terhadap perawat di RS Siloam Palembang. Perawat sempat memperingatkan soal pendarahan pada istri tersangka. Jason Tjakrawinata, penganiaya seorang perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, meminta maaf atas aksinya. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia --

Kapolrestabes Palembang Komisaris Besar Irvan Prawira Satyaputra menjelaskan awal kasus penganiayaan oleh Jason Tjakrawinata terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli. Hal itu terungkap saat gelar perkara, Sabtu (17/4).

Pendarahan pada anak Jason memicu kasus penganiayaan terhadap perawat berusia 28 tahun itu pada Kamis (15/4). Kini Jason telah ditetapkan sebagai tersangka.

Irvan menjelaskan, anak laki-laki Jason yang berusia dua setengah tahun dirawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang karena menderita radang paru-paru. Setelah empat hari menjalani perawatan, pasien diperbolehkan pulang. Christina yang saat itu bertugas pun melepas jarum infus yang terpasang di tangan anak Jason.


Irvan mengatakan Chistina telah memperingatkan istri Jason untuk tidak menggendong anaknya setelah jarum infus dilepas. Sebab tindakan itu bisa memicu pendarahan.

"'Jangan digendong dulu, Bu, nanti berdarah' kata korban. Namun setelah infus itu dilepas, istri pelaku malah langsung menggendong anaknya. Saat itulah tangan anak pelaku pendarahan," ungkap Irvan.

Saat melihat tangan anaknya berdarah, istri Jason menghubungi suaminya yang langsung mendatangi rumah sakit. Begitu tiba di ruang perawatan anaknya, Jason memanggil Christina dan menuntut permintaan maaf.

Namun saat Christina meminta maaf, Jason menamparnya di bagian wajah. Christina bahkan sempat bersujud untuk meminta maaf, namun alih-alih melunak, Jason menendang perawat tersebut di bagian perut hingga tersungkur.

"Jadi waktu datang pelaku panik mendengar tangan anaknya berdarah. Langsung menganiaya korban dan membanting HP milik rekan korban yang merekam kejadian tersebut," ungkap Irvan.

Sementara itu, tersangka Jason mengaku panik saat dikabari istri bahwa tangan anaknya berdarah. Dirinya mengaku kalap dan emosi hingga menganiaya perawat yang melepas jarum infus anaknya.

"Saya panik dan emosi sesaat. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan oleh saya, terutama kepada korban. Di bulan Ramadan ini saya mohon maaf kepada seluruh pihak yang sudah dirugikan," kata dia.

Setelah kejadian itu, Christina melaporkan Jason ke Polrestabes Palembang terkait penganiayaan itu, Jumat (16/4). Akibat penganiayaan tersebut, Christina mengalami luka lebam di wajah dan perut.

Video kekerasan yang dialami Christina viral di media sosial setelah diunggah oleh akun instagram @perawat_peduli_palembang. Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, terlapor Jason yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat menjambak Christina yang baru saja dibantu berdiri dari posisi duduk oleh rekannya.

Tampak petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit melerai dan mencegah Jason saat kembali menganiaya Christina. Korban pun kemudian berlari meninggalkan Jason untuk menyelamatkan diri.

Saat ini Christina sedang dirawat karena luka yang dialaminya. Korban pun mengalami trauma psikis usai kejadian tersebut. Manajemen RS sudah menyerahkan bukti rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi kejadian untuk melengkapi berkas perkara yang diperlukan kepolisian.

Pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang memastikan bahwa korban sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perawat secara optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat mencabut jarum infus dari tangan anak Jason.

Manajemen rumah sakit mendukung penuh perawat Christina dalam menempuh proses hukum kejadian tersebut. Jason pun telah meminta maaf atas tindakan penganiayaan tersebut.

(idz/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK